Konferensi Internasional tentang Bencana Alam dan Bencana Buatan Manusia atau International Conference on Natural & Human Disaster 2026, Rethinking Architecture, Disaster Risk Reduction, Resilience & Recovery (DR3), dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh. Acara ini digelar oleh organisasi Arsitek Dunia (UIA) bekerja sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan Arcasia Emergency Architects (AEA).
Aceh dipilih sebagai tuan rumah karena dianggap sebagai daerah yang mampu bertahan dan bangkit dari bencana, seperti musibah gempa dan tsunami 2004 silam. Konferensi ini dihadiri oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saadudin Djamal, Ketua DPRK, Irwansyah, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Georgius Budi Yulianto, dan Arsitek Nasional, Ridwan Kamil.
Fokus Konferensi
- Resiliensi dan Pemulihan Pasca-Bencana: Diskusi tentang bagaimana arsitektur dapat berkontribusi dalam mengurangi risiko bencana dan mempercepat pemulihan.
- Edukasi Bencana: Pentingnya edukasi bencana sejak usia dini, seperti yang disampaikan oleh Ketua Penyelenggara DR3 Aceh 2026, Aimee Roslan.
- Kolaborasi dan Kebijakan: Kementerian Ekonomi Kreatif mendukung kolaborasi antara arsitek, pemerintah, dan berbagai pihak untuk mendukung program dan kebijakan terkait resiliensi bencana.
Pameran Karya Arsitek
Peserta konferensi juga dapat menyaksikan pameran hasil karya para arsitek Aceh dan nasional yang berlangsung hingga 19 April mendatang. Pameran ini menampilkan berbagai karya yang mencerminkan inovasi dan kreativitas dalam bidang arsitektur, khususnya yang berkaitan dengan resiliensi bencana.
Baca Sumber Asli
Ingin memverifikasi informasi lebih lanjut?

