News
Ratusan Petani Aceh Timur Blokir PT Bumi Flora, Sengketa Lahan Belum Usai
25 Januari 2026 16:35
Ratusan petani yang tergabung dalam Serikat Petani Aceh Timur (SPAT) melakukan aksi blokade terhadap akses jalan menuju perkebunan sawit milik PT Bumi Flora di Gampong Alue Lhok, Kecamatan Idi Tunong, Aceh Timur. Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan warga atas sengketa lahan yang belum menemukan titik terang.
Warga menutup seluruh jalur masuk dengan memblokir jalan, yang berdampak pada lumpuhnya aktivitas operasional perusahaan. Mereka menolak tawaran Corporate Social Responsibility (CSR) dan program kemitraan plasma dari perusahaan, karena dianggap hanya sebagai pemanis untuk mengalihkan isu utama, yaitu legalitas lahan.
Latar Belakang Sengketa Lahan
- Konflik lahan antara petani dan PT Bumi Flora telah berlangsung sejak masa konflik di Aceh.
- Warga mengklaim bahwa lahan yang kini ditanami sawit adalah tanah ulayat masyarakat adat.
- Koordinator aksi, Hasanun, menyatakan bahwa tanah tersebut masih bersengketa dan belum ada penyelesaian yang jelas.
Tuntutan Warga
- Warga meminta agar Hak Guna Usaha (HGU) PT Bumi Flora dicabut.
- Mereka menolak tawaran CSR dan program kemitraan plasma dari perusahaan.
- Sri Hariani, salah satu warga yang mengaku menjadi korban perampasan lahan, bersikeras akan bertahan hingga hak atas tanah dikembalikan.
Dampak Aksi Blokade
- Aktivitas operasional PT Bumi Flora terhenti akibat blokade jalan.
- Warga sekitar perusahaan merasa tidak mendapatkan kesejahteraan dari kehadiran perusahaan.
- Konflik ini berpotensi mempengaruhi stabilitas sosial dan ekonomi di wilayah tersebut.
Aksi blokade ini mencerminkan ketidakpuasan warga terhadap penanganan sengketa lahan yang berkepanjangan. Warga berharap agar pemerintah dan pihak terkait segera menemukan solusi yang adil bagi semua pihak.
Konteks Aceh
- Sengketa lahan di Aceh seringkali berkaitan dengan tanah ulayat dan hak masyarakat adat.
- Otonomi khusus Aceh memberikan ruang bagi penyelesaian konflik lahan melalui mekanisme lokal.
- Pasca-konflik, banyak lahan yang masih menjadi sumber perselisihan antara masyarakat dan perusahaan.
