News
Mahasiswa UIN SUNA Gunakan Didong Gayo untuk Trauma Healing Anak di Aceh Tengah
4 hari yang lalu
Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Kebencanaan Kelompok 05 Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) menggelar kegiatan Didong Gayo bersama anak-anak di Desa Remesen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya trauma healing bagi anak-anak yang terdampak banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut pada 2025 lalu.
Desa Remesen menjadi salah satu daerah yang terdampak cukup signifikan akibat bencana tersebut. Sejumlah anak dilaporkan masih merasakan trauma pascakejadian, sehingga mahasiswa KPM berinisiatif menghadirkan kegiatan berbasis seni dan budaya sebagai sarana pemulihan mental.
Didong Gayo sebagai Sarana Trauma Healing
- Didong Gayo dipilih karena merupakan kesenian tradisional masyarakat Gayo yang menggabungkan unsur syair, tepukan, dan kekompakan kelompok.
- Kegiatan ini tidak hanya memberikan hiburan dan ruang ekspresi bagi anak-anak, tetapi juga menjadi media pengenalan budaya lokal kepada mahasiswa.
- Suasana penuh semangat dan keceriaan tampak mewarnai jalannya acara, menciptakan lingkungan yang lebih hangat dan suportif bagi anak-anak yang sebelumnya terdampak secara psikologis.
Apresiasi dari Kepala Desa
Reje (Kepala Desa) Remesen, Hamka, menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa terhadap kondisi mental anak-anak di desanya. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya membantu proses pemulihan trauma, tetapi juga memperkuat kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya dan kesehatan mental secara berkelanjutan.
Harapan untuk Pemulihan Jangka Panjang
Mahasiswa KPM UIN SUNA berharap melalui kegiatan Didong Gayo ini, anak-anak Desa Remesen dapat memperoleh pemulihan mental baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Sebagai bentuk dukungan, pihak desa turut membantu dalam pemberitahuan dan persiapan kegiatan.
