News
Warga Sawang Terpaksa Pakai Rakit Setelah Jembatan Hancur Akibat Banjir
6 jam yang lalu
Banjir bandang yang melanda Aceh Utara pada akhir November 2026 lalu menghancurkan jembatan di Krueng Sawang, memaksa ribuan warga dari empat gampong menggunakan rakit untuk transportasi sehari-hari. Para pelajar juga harus menaiki rakit meskipun mengandung risiko agar bisa sampai ke sekolah.
Keuchik Gunci Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Fazir Ramli, menjelaskan bahwa jembatan rangka baja yang sebelumnya rusak akibat banjir pada akhir tahun 2024, digantikan dengan jembatan darurat yang kemudian lenyap disapu air sungai. Lebar sungai kini mencapai sekitar 250 meter, membuat akses penyebrangan menjadi sangat penting bagi 6.000 hingga 7.000 warga dari Gungci, Blang Cut, Lhok Cut, dan Kubu.
Dampak Terhadap Warga
- Warga menggunakan rakit untuk membawa hasil bumi, bekerja, dan berbelanja.
- Pelajar harus keluar rumah pukul 06.00 WIB untuk menghindari keterlambatan.
- Antrian panjang terjadi setiap pagi, terutama pada hari Rabu yang merupakan hari pekan.
- Saat air sungai naik, penyebrangan dengan rakit tidak bisa dilakukan, menyebabkan anak sekolah terpaksa libur.
Solusi dan Harapan
- Jembatan beley yang dibangun beberapa bulan lalu tidak bisa digunakan lagi akibat kondisi alam.
- Warga mengharapkan pembangunan jembatan permanen untuk mengatasi masalah transportasi dan risiko yang dihadapi.
- Pemerintah beberapa kali berkunjung ke lokasi, tetapi hingga kini belum ada tanda-tanda kapan jembatan tersebut mulai dibangun.
