Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Banjir Peusangan: Data Korban Bermasalah, Warga Masih Terlunta

3 jam yang lalu

Banjir besar yang melanda Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, pada akhir November 2025 masih meninggalkan dampak yang dirasakan hingga kini. Dari 63 desa terdampak, 8 desa mengalami kerusakan paling parah, dengan banyak rumah warga hilang tersapu arus dan ribuan lainnya rusak.

Hingga pertengahan April 2026, kondisi di sejumlah wilayah masih memprihatinkan. Lumpur sisa banjir masih menumpuk di sekitar permukiman warga dan belum sepenuhnya dibersihkan. Para korban yang kehilangan tempat tinggal maupun yang rumahnya rusak berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan hunian tetap (Huntap) agar mereka bisa kembali hidup layak.

Masalah Data Korban

  • Banyak warga terdampak belum terakomodasi secara tepat dalam data bantuan.
  • Sejumlah korban masuk dalam kategori Tidak Memenuhi Kriteria (TMK).
  • Masih ada warga yang belum terdata sama sekali.

Harapan Warga

  • Pendataan ulang yang lebih akurat dan menyeluruh.
  • Pembangunan hunian tetap (Huntap) segera direalisasikan.
  • Pemulihan lingkungan yang terdampak.

Camat Peusangan, Alfian S.Sos, menyampaikan bahwa keakuratan data sangat penting agar bantuan dapat tepat sasaran dan seluruh korban banjir mendapatkan haknya. Ia juga mengenang situasi saat banjir terjadi, di mana proses evakuasi dan penanganan pengungsi berlangsung dalam kondisi darurat dengan segala keterbatasan.

Kini, harapan besar masyarakat tertuju pada percepatan penanganan pascabencana, termasuk pembangunan hunian tetap dan pemulihan lingkungan yang terdampak. Pemerintah diharapkan dapat segera mengambil langkah konkret agar para korban banjir di Peusangan tidak terus berlarut dalam kondisi sulit.

Banjir Peusangan: Data Korban Bermasalah, Warga Masih Terlunta