News
Warga Aceh Timur Kehilangan Rumah Jelang Ramadan Akibat Banjir
19 Februari 2026 18:47
Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, warga Desa Ujung Karang, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur, kehilangan rumah dan harta benda akibat banjir. Usman, salah satu korban, kini tinggal di tenda pengungsian bersama kelima anaknya. Rumahnya yang dulu menjadi tempat berlindung kini berubah menjadi aliran sungai baru.
Banjir tidak hanya merusak rumah, tetapi juga lahan pertanian dan kendaraan. Warga seperti Usman kini bergantung pada bantuan dari sanak saudara dan pemerintah. Trauma akibat bencana membuat mereka panik setiap hujan turun, khawatir banjir akan kembali terjadi.
Dampak Banjir terhadap Kehidupan Warga
- Rumah dan harta benda hilang: Usman kehilangan rumah, lahan pertanian, dan sepeda motor yang tertanam lumpur.
- Trauma dan ketakutan: Warga panik setiap hujan turun, khawatir banjir akan kembali.
- Keterbatasan dalam ibadah: Warga menjalani puasa dalam keterbatasan, tanpa pakaian baru atau tempat ibadah yang layak.
- Ketergantungan pada bantuan: Warga bergantung pada bantuan dari sanak saudara dan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi Pengungsian
- Warga tinggal di tenda-tenda BNPB atau fasilitas publik yang selamat dari banjir, seperti PAUD dan posko Covid.
- Beberapa warga mulai membangun rumah sementara dari kayu yang dibawa banjir.
- Usman dan warga lainnya masih bingung bagaimana memulai hidup kembali dari awal.
Banjir ini tidak hanya merusak fisik, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis yang mendalam bagi warga Ujung Karang. Mereka berharap bantuan lebih lanjut untuk membangun kembali kehidupan mereka.
