Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Syamsiah Bertahan di Tenda Usai Banjir Bandang Hancurkan Rumah di Bireuen

26 Januari 2026 17:14

Banjir bandang yang melanda Desa Pante Baro Kumbang, Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, meninggalkan kerusakan parah. Sebanyak 310 unit rumah rusak berat dan hilang, termasuk rumah Syamsiah (47) dan keluarganya. Syamsiah dan suaminya, Syarifuddin (60), bersama dua anak mereka, Mareza (23) dan Muhajar (14), kini tinggal di tenda bantuan BNPB di lokasi rumah mereka yang hilang.

Syamsiah bercerita bahwa saat banjir bandang terjadi, ia sedang dalam perjalanan pulang dari Peureulak ke desanya. Ia harus mengarungi ketinggian banjir dari Kutablang sampai ke rumahnya. Rumahnya, bersama dengan warung kopi di depan rumah, hilang tersapu banjir. Syamsiah kehilangan tidak hanya rumah dan tempat usaha, tetapi juga berbagai dokumen penting.

Dampak Banjir Bandang di Bireuen

  • 310 unit rumah rusak berat dan hilang.
  • Banyak warga desa, termasuk Syamsiah, kehilangan rumah dan dokumen penting.
  • Syamsiah dan keluarga bertahan di tenda bantuan BNPB di lokasi rumah mereka yang hilang.
  • Syamsiah kehilangan warung kopi yang menjadi sumber penghasilan keluarganya.

Kehidupan di Tenda Bantuan

  • Syamsiah dan keluarga memasak dengan kayu bakar untuk kebutuhan sehari-hari.
  • Mereka tinggal di tenda warna orange yang menjadi tempat tinggal sementara.
  • Di dalam tenda, mereka menyimpan beberapa tas pakaian dan barang-barang lainnya.

Harapan Syamsiah

Syamsiah berharap ada bantuan huntap (hunian sementara) untuk keluarganya. Ia dan banyak warga desa lainnya mengalami nasib yang sama, kehilangan rumah dan tempat usaha. Mereka berharap bantuan dari pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk membantu pemulihan pasca-bencana.

Kondisi Desa Pante Baro Kumbang

  • Desa Pante Baro Kumbang bersisian dengan aliran Krueng Peusangan.
  • Desa ini berbatasan dengan Desa Blang Mee, Kecamatan Kutablang Bireuen.
  • Banjir bandang menyebabkan kerusakan parah di desa ini, termasuk kehilangan rumah dan tempat usaha warga.

Upaya Pemulihan

  • Warga yang mengungsi awalnya berada di meunasah setempat dan tempat lainnya.
  • Beberapa pengungsi menetap di rumah keluarga, tenda bantuan BNPB, atau rumah mereka yang sudah berhasil dibersihkan.
  • Syamsiah memilih tinggal di tenda bantuan BNPB di lokasi rumahnya yang hilang, tidak jauh dari masjid setempat.
Syamsiah Bertahan di Tenda Usai Banjir Bandang Hancurkan Rumah di Bireuen