Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

UMKM Aceh Tamiang Terancam Gulung Tikar, Bantuan Tak Kunjung Cair

19 Februari 2026 19:36

Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada 26 November 2025 meninggalkan kerusakan parah bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal. Hingga dua bulan setelah bencana, bantuan yang dijanjikan pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian belum juga cair, meninggalkan pelaku usaha dalam kebingungan dan kesulitan.

Izuddin, pemilik Sharing Kopi di Karangbaru, adalah salah satu korban yang mengalami kerusakan 100 persen pada usahanya. Selain warung kopi, Izuddin juga kehilangan butik pakaian dan papan bunga yang dirintisnya selama sembilan tahun. Ia kini kesulitan membayar cicilan bank dan merasa kebijakan relaksasi kredit tidak cukup membantu.

Dampak Banjir pada UMKM

  • Kerugian besar: Izuddin kehilangan tiga unit usaha yang dirintisnya selama sembilan tahun.
  • Kesulitan finansial: Izuddin dan pelaku UMKM lainnya kesulitan membayar cicilan bank karena kehilangan pendapatan.
  • Bantuan tertunda: Pemerintah daerah telah melakukan verifikasi, namun bantuan belum cair hingga dua bulan setelah bencana.
  • Alternatif usaha: Fitriana, pemilik toko fotokopi, terpaksa membuka usaha sarapan dan gorengan untuk bertahan hidup.

Fitriana, pemilik toko fotokopi dan perlengkapan alat tulis di depan kantor Bupati Aceh Tamiang, juga mengalami nasib serupa. Banjir merusak empat unit mesin fotokopi, lima unit laptop, dan seluruh stok dagangannya. Fitriana kini terpaksa membuka usaha sarapan dan gorengan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membayar cicilan bank.

Kondisi ini menunjukkan urgensi bantuan yang lebih cepat dan efektif dari pemerintah daerah untuk membantu pelaku UMKM bangkit dari bencana. Tanpa bantuan yang tepat, banyak pelaku usaha yang terancam gulung tikar dan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.

UMKM Aceh Tamiang Terancam Gulung Tikar, Bantuan Tak Kunjung Cair