News
UIN Ar-Raniry dan Uniga Perkuat Kolaborasi Akademik untuk Aceh
22 Januari 2026 18:00
Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menjalin kerja sama akademik dengan Universitas Garut (Uniga) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (MoA). Penandatanganan ini berlangsung di Ruang Rapat Rektorat UIN Ar-Raniry, Rabu (21/1/2026), dan mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
MoU ditandatangani Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman MAg dan Rektor Universitas Garut Dr Irfan Nabhani ST MT. Adapun MoA ditandatangani Dekan Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan (FPIK) Uniga Dr Hj Hilda Ainissyfa MAg dan Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Ar-Raniry Prof Safrul Muluk MA MEd PhD.
Kolaborasi Akademik yang Diharapkan
- Pengembangan tridarma perguruan tinggi: Kerja sama ini bertujuan untuk mengembangkan tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
- Pertukaran dosen dan mahasiswa: Program pertukaran dosen dan mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan kualitas akademik kedua perguruan tinggi.
- Penelitian kolaboratif: Penelitian bersama diharapkan dapat menghasilkan inovasi dan solusi untuk masalah-masalah lokal dan nasional.
- Pengabdian kepada masyarakat lintas daerah: Program pengabdian kepada masyarakat diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat di Aceh dan Garut.
Pentingnya Kolaborasi
Rektor UIN Ar-Raniry dalam sambutannya menekankan, pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi sebagai strategi penguatan institusi pendidikan tinggi. Menurutnya, perguruan tinggi tidak dapat berkembang secara optimal jika berjalan sendiri tanpa membangun kemitraan strategis, baik di tingkat regional maupun nasional. "Kolaborasi lintas institusi menjadi kebutuhan. Perguruan tinggi hanya akan maju jika mampu membangun kemitraan yang kuat dan berkelanjutan," ujar Prof Mujiburrahman.
Sementara itu, Rektor Universitas Garut Irfan Nabhani menyambut positif kerja sama tersebut. Ia berharap penandatanganan MoU dan MoA dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret yang berdampak langsung bagi sivitas akademika kedua perguruan tinggi. "Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada dokumen, tetapi diwujudkan melalui program nyata seperti pertukaran mahasiswa dan dosen, kegiatan akademik bersama, serta penguatan kapasitas kelembagaan," ujar Irfan.
