News
Jembatan Putus di Bireuen, Warga Ulee Jalan Terpaksa Gunakan Getek Berisiko
23 Januari 2026 11:39
Jembatan rangka baja penghubung Ulee Jalan dan Suak di Peusangan Selatan, Bireuen, putus total akibat banjir bandang. Hanya sekitar 30 meter struktur jembatan di area Desa Ulee Jalan yang tersisa, sementara sisanya ambruk ke sungai. Kejadian ini memaksa masyarakat setempat mengandalkan perahu getek atau rakit yang ditarik tali sebagai sarana penyeberangan alternatif.
Jembatan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan enam gampong di seberang sungai, yakni Suak, Darul Aman, Tanjong Beuridi, Blang Mane, Darussalam, dan Pulo Harapan. Kini, warga dari desa-desa itu harus menyeberang dengan getek, yang sebelumnya telah memakan korban jiwa akibat rakit terbalik dihantam arus.
Dampak Terhadap Pendidikan
- 77 siswa dari SMAN 1 Peusangan Selatan tinggal di seberang sungai dan terpaksa menyeberang dengan rakit setiap hari.
- Biaya penyeberangan mencapai Rp20.000 untuk pulang-pergi, membebani ekonomi keluarga.
- Potensi menurunnya semangat belajar siswa akibat kesulitan akses transportasi.
Harapan Pemerintah dan Masyarakat
- Pemerintah setempat melalui Camat Peusangan Selatan, Saifuddin, bersama masyarakat mengharapkan pembangunan jembatan pengganti dapat segera direalisasikan.
- Tujuannya untuk membuka dan melancarkan kembali akses transportasi yang aman bagi warga.
Risiko dan Tantangan
- Penggunaan getek sebagai sarana penyeberangan alternatif memiliki risiko tinggi, terutama saat arus sungai deras.
- Kondisi ini memperburuk aksesibilitas dan mobilitas warga, terutama dalam kegiatan sehari-hari seperti pendidikan dan ekonomi.
Dengan adanya jembatan pengganti, diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan dan membuka akses yang lebih aman dan efisien bagi warga di enam gampong tersebut. Pembangunan jembatan juga diharapkan dapat mendukung pemulihan ekonomi dan pendidikan di wilayah tersebut pasca-bencana banjir bandang.
Kondisi Jembatan dan Akses Alternatif
- Jembatan rangka baja yang putus merupakan satu-satunya akses utama bagi warga di enam gampong.
- Getek atau rakit yang ditarik tali menjadi satu-satunya alternatif penyeberangan, meskipun berisiko.
- Warga harus membayar Rp20.000 per hari untuk penyeberangan pulang-pergi, yang membebani ekonomi keluarga.
Dampak Sosial dan Ekonomi
- Kesulitan akses transportasi mempengaruhi kegiatan sehari-hari warga, termasuk pendidikan dan ekonomi.
- Potensi penurunan semangat belajar siswa akibat kesulitan dan risiko penyeberangan.
- Ekonomi keluarga terbebani oleh biaya penyeberangan yang tinggi.
Harapan dan Solusi
- Pembangunan jembatan pengganti diharapkan dapat segera direalisasikan untuk mengatasi masalah akses transportasi.
- Jembatan baru diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan dan membuka akses yang lebih aman dan efisien.
- Dukungan dari pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk mempercepat proses pembangunan jembatan.
