News
Waduk Pusong Dikeruk, 400 Keramba Warga Lhokseumawe Direlokasi
3 jam yang lalu
Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lhokseumawe mulai mengeruk Waduk Reservoir Pusong untuk mengatasi banjir genangan yang sering melanda daerah setempat. Selain itu, ratusan keramba milik warga juga akan direlokasi ke alur Sungai Cunda yang berada di sisi waduk.
Waduk Pusong memiliki fungsi vital sebagai tampungan sementara air limpahan dari sistem drainase Banda Sakti sebelum dialirkan ke Sungai Cunda. Namun, sejak dibangun pada 2006, waduk tersebut belum pernah dilakukan normalisasi, menyebabkan pendangkalan yang signifikan.
Pengerukan dan Relokasi Keramba
- Pengerukan sepanjang 3,7 kilometer difokuskan pada area tepi waduk untuk mempercepat pembuangan air.
- 400 unit keramba milik 200 orang akan direlokasi ke alur Sungai Cunda yang memiliki panjang sekitar 2.400 meter.
- Kapasitas awal diperkirakan mampu menampung sekitar 200-an keramba, dengan masing-masing pemilik keramba mendapatkan satu lahan pada tahap awal.
Dampak dan Harapan
- Pengerukan diharapkan dapat mempercepat laju pembuangan air dan mengurangi risiko genangan, terutama saat intensitas hujan tinggi bersamaan dengan pasang air laut.
- Program ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah pembangunan liar di dalam kawasan waduk.
- Pemerintah mengimbau pelaku usaha kuliner di sekitar area untuk menyediakan tempat sampah agar limbah pengunjung tidak dibuang ke waduk.
