News
Wagub Lampung Salurkan Rp500 Juta untuk Korban Bencana Aceh, Fokus Pemulihan Sebelum Ramadhan
23 Januari 2026 22:21
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyerahkan bantuan kemanusiaan senilai Rp500 juta untuk korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh. Bantuan ini diserahkan kepada Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, di Banda Aceh, Jumat (23/1/2026).
Bantuan tersebut berasal dari dua sumber, yaitu Rp250 juta dari Pemerintah Provinsi Lampung dan Rp250 juta dari donasi internal Kwarda Gerakan Pramuka Lampung. Dana dari unsur Pramuka dikumpulkan melalui aksi Bumbung Kemanusiaan yang melibatkan partisipasi aktif seluruh jajaran Pramuka di Lampung.
Detail Bantuan dan Penyaluran
- Total bantuan: Rp500 juta
- Sumber dana: Pemerintah Provinsi Lampung dan Kwarda Gerakan Pramuka Lampung
- Penyaluran: Rp250 juta diterima Pemerintah Aceh, Rp250 juta disalurkan langsung oleh Kwarda Gerakan Pramuka Aceh
Fokus Pemulihan
Pemerintah Aceh saat ini fokus pada pemulihan infrastruktur dan ekonomi, dengan target memulihkan konektivitas desa-desa terisolasi sebelum memasuki bulan Ramadhan 1447 Hijriah. Untuk mempercepat proses tersebut, Pemerintah Aceh menggandeng berbagai pihak, termasuk 150 organisasi masyarakat sipil (CSO) dan 96 pelaku dunia usaha.
Solidaritas Nasional
Sekda Aceh, M. Nasir, menyampaikan apresiasi atas kepedulian masyarakat Lampung. Ia menekankan bahwa banyak bantuan yang masuk secara langsung melalui LSM maupun pemerintah provinsi lain ke daerah-daerah terisolasi, menunjukkan kuatnya solidaritas dan persaudaraan nasional terhadap bencana yang menimpa Aceh.
Partisipasi Pramuka
Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Lampung turut berperan aktif dalam pengumpulan dana melalui aksi Bumbung Kemanusiaan. Dana yang terkumpul disalurkan melalui mekanisme yang terkoordinasi agar tepat sasaran dan cepat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Harapan Pemulihan
Dengan adanya bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak, diharapkan pemulihan infrastruktur dan ekonomi di Aceh dapat berjalan lebih cepat dan efektif, sehingga masyarakat yang terdampak bencana dapat segera kembali beraktivitas normal.
