News
Wagub Lampung Salurkan Rp500 Juta untuk Korban Bencana Aceh, Fokus Pemulihan Infrastruktur
23 Januari 2026 22:22
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, bersama Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung menyerahkan bantuan kemanusiaan senilai Rp500 juta untuk korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh. Bantuan ini diserahkan langsung kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, di Gedung Kwarda Gerakan Pramuka Aceh, Banda Aceh.
Bantuan tersebut berasal dari dua sumber, yaitu Rp250 juta dari Pemerintah Provinsi Lampung dan Rp250 juta dari donasi internal Kwarda Gerakan Pramuka Lampung. Dana dari unsur Pramuka dikumpulkan melalui aksi Bumbung Kemanusiaan yang melibatkan partisipasi aktif seluruh jajaran Pramuka di Lampung.
Detail Bantuan
- Total bantuan: Rp500 juta
- Sumber dana: Pemerintah Provinsi Lampung dan Kwarda Gerakan Pramuka Lampung
- Penerima: Pemerintah Aceh dan Kwarda Gerakan Pramuka Aceh
- Tujuan: Pemulihan infrastruktur dan ekonomi di daerah terdampak bencana
Respon Pemerintah Aceh
Sekda Aceh, M Nasir, menyatakan bahwa bantuan ini sangat berarti di tengah upaya pemerintah daerah melakukan pemulihan di berbagai klaster terdampak bencana. Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini banyak bantuan yang masuk secara langsung melalui LSM maupun pemerintah provinsi lain ke daerah-daerah terisolasi.
Upaya Pemulihan
Pemerintah Aceh saat ini fokus pada pemulihan infrastruktur dan ekonomi, dengan target memulihkan konektivitas desa-desa terisolasi sebelum memasuki bulan Ramadhan. Untuk mempercepat proses tersebut, Pemerintah Aceh menggandeng 150 organisasi masyarakat sipil (CSO) dan 96 pelaku dunia usaha yang bergabung bersama Pemerintah Aceh.
Solidaritas Nasional
Penyerahan bantuan ini menunjukkan kuatnya solidaritas dan persaudaraan nasional terhadap bencana yang menimpa Aceh. Jihan Nurlela menyatakan bahwa ini adalah wujud pengabdian kepada bangsa dan negara, serta kepedulian masyarakat Lampung terhadap saudara-saudara mereka di Aceh.
Koordinasi dan Tepat Sasaran
Jihan menjelaskan bahwa seluruh dana yang terkumpul disalurkan melalui mekanisme yang terkoordinasi agar tepat sasaran dan cepat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan bahwa bantuan dapat memberikan dampak yang maksimal bagi pemulihan di Aceh.
