Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Wali Kota Banda Aceh Hadiri Audiensi JKPI, Diskusi Perlindungan Warisan Budaya

18 Februari 2026 17:10

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menghadiri audiensi Pengurus Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) dengan Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Bima Arya di ruang kerja Wamendagri, Rabu (18/2/2026).

Audiensi tersebut menjadi momentum strategis untuk menyampaikan laporan kesiapan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) JKPI ke-XII yang akan digelar di Kota Ternate pada 24–28 Agustus 2026, sekaligus membahas isu-isu penting terkait penguatan dan perlindungan kota-kota pusaka di Indonesia.

Diskusi Utama

  • Kesiapan Rakernas JKPI: Direktur Eksekutif JKPI, Asfarinal, menyampaikan perkembangan organisasi dan kesiapan pelaksanaan Rakernas di Ternate. Ia menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam merawat dan merevitalisasi kawasan cagar budaya.
  • Kolaborasi dengan Malaysia: JKPI mendorong hubungan dan kolaborasi dengan Malaysia terkait warisan budaya songket, agar dapat diakui sebagai kepemilikan bersama. Ini penting mengingat kuatnya tradisi songket di Aceh.
  • Kegiatan Nusaraya Run: JKPI merencanakan kegiatan "Nusaraya Run" di kawasan-kawasan pusaka untuk menghidupkan ruang-ruang bersejarah melalui pendekatan kreatif dan partisipatif.
  • Apresiasi dan Harapan: Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyampaikan apresiasi atas perhatian Wakil Menteri Dalam Negeri terhadap penguatan kota-kota pusaka. Ia berharap Wakil Menteri Dalam Negeri dapat hadir dalam Rakernas JKPI di Ternate.

Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan rapat persiapan untuk mematangkan Rakernas dengan tema "Ternate Episentrum Rempah Dunia". Sejumlah agenda strategis telah disiapkan, termasuk penguatan kerja sama antaranggota melalui konsep aglomerasi warisan budaya.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menyampaikan gagasannya untuk mendorong piloting di beberapa daerah guna membangun ekosistem pariwisata berbasis warisan budaya. Menurutnya, tantangan yang dihadapi kota-kota pusaka cenderung berulang setiap tahun, sehingga diperlukan fokus dan komitmen yang lebih kuat.

Wali Kota Banda Aceh Hadiri Audiensi JKPI, Diskusi Perlindungan Warisan Budaya
0123456789