News
Warga 4 Desa Gayo Lues Harap Pemerintah Segera Tangani Jalan Terputus
05 Februari 2026 21:50
Warga dari empat desa di Kecamatan Pantan, Kabupaten Gayo Lues, mendesak pemerintah segera turun tangan memperbaiki akses jalan yang terputus akibat banjir. Selama tiga hari terakhir, masyarakat di Desa Kuning Kurnia, Seneren, Remukut, dan Tetingi terisolir karena jalur transportasi lumpuh total.
Terputusnya akses jalan disebabkan oleh amblasnya badan jalan yang dihantam banjir beberapa waktu lalu. Akibatnya, kendaraan roda empat tidak dapat melintas sama sekali, sementara kendaraan roda dua masih bisa melewati jalur tersebut dengan risiko tinggi karena kondisi jalan yang ekstrem dan berbahaya.
Dampak Terputusnya Jalan
- Isolasi total: Warga terisolir selama tiga hari.
- Kendaraan roda empat tidak dapat melintas: Hanya roda dua yang bisa melewati jalur dengan risiko tinggi.
- Aktivitas ekonomi lumpuh: Distribusi bahan kebutuhan pokok terhambat.
- Pemenuhan kebutuhan sehari-hari terganggu: Warga berharap pemerintah daerah bergerak cepat.
Ramli W (35), warga Desa Seneren, menyampaikan bahwa masyarakat memahami bencana adalah musibah, namun mereka menunggu respons cepat dari pemerintah. Ia menegaskan bahwa akses jalan tersebut merupakan urat nadi kehidupan warga karena sangat penting untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gayo Lues, Khairuddin, membenarkan kondisi jalan menuju empat desa tersebut mengalami kerusakan parah hingga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Ia menambahkan bahwa pimpinan daerah telah memerintahkan agar alat berat segera diturunkan ke lokasi untuk melakukan perbaikan darurat pada ruas jalan yang amblas.
Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat bergerak cepat agar akses transportasi kembali normal dan kehidupan masyarakat berangsur pulih.
