Seorang petani jagung bernama Mussahar (59) meninggal dunia setelah diserang gajah liar di Desa Pantan Lah, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Peristiwa ini menegaskan kembali seriusnya konflik antara manusia dan satwa liar di Tanoh Gayo, di mana kawasan lintasan gajah semakin sering bersinggungan dengan aktivitas pertanian dan perkebunan.
Forum Komunikasi Peusangan Elephant Conservation Initiative (Forkom PECI) menilai tragedi ini tidak bisa dilepaskan dari meluasnya perkebunan sawit di koridor jelajah gajah. Ekspansi sawit mempersempit ruang hidup satwa dan mendorong mereka masuk ke area permukiman.
Dampak dan Penyebab Konflik
- Korban jiwa: Mussahar (59) menjadi korban terakhir dalam serangkaian konflik manusia-gajah di Bener Meriah.
- Ekspansi sawit: Perkebunan sawit yang meluas mempersempit habitat gajah dan meningkatkan risiko interaksi berbahaya.
- Kearifan lokal: Pendekatan berbasis kearifan lokal diyakini lebih efektif dalam membangun koeksistensi antara manusia dan satwa.
Desakan dan Solusi
- Evaluasi izin: Forkom PECI mendesak pemerintah untuk meninjau ulang izin perusahaan sawit dan menindak tegas pihak yang melampaui batas izin.
- Penataan lingkungan: Program Rehab Rekon Aceh diharapkan tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penataan lingkungan dan konservasi habitat satwa.
- Kolaborasi lintas pihak: Pentingnya pelibatan organisasi masyarakat sipil (CSO) lokal dalam penanganan konflik dan penguatan sistem peringatan dini.
Tragedi di Pantan Lah menjadi alarm keras bahwa konflik manusia–gajah di Aceh bukan sekadar masalah konservasi, melainkan juga isu tata ruang, kebijakan perkebunan, dan keberlanjutan lingkungan. Tanpa evaluasi serius dan kolaborasi lintas pihak, korban jiwa bisa terus berjatuhan.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Sabang Hadapi TPA Lhok Batee Hampir Penuh, Sisa Kapasitas Satu Tahun
Persoalan sampah di Kota Sabang dinilai mulai memasuki fase yang mengkhawatirkan.
Petani sawit Aceh Tamiang terkena harga TBS turun tajam hingga Rp2.120/kg
Dalam hitungan pekan, harga yang sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp3.300 per kilogram kini merosot tajam menjadi hanya Rp2.120 per
Petani Bireuen Tenang, Air Pump Dibangun untuk Sawah","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":70,"FinalScore":79,"Summary":"Kementerian PertanianRI
Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun 82 unit sarana air pump di Kabupaten Bireuen untuk mendukung
Warga Aceh Besar Menanti Daging Kurban dari 170 Hewan","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":60,"Evidence":90,"LongTermValue":60,"Education":60,"FinalScore":77,"Summary":"Madrasah di Aceh Besar
Madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar menyembelih sebanyak 170 hewan kurban pada


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.