News
Warga Aceh Tamiang Bangkitkan Ekonomi Pasca Banjir dengan Ayam Goreng Bumbu Aceh
17 Februari 2026 20:57
Bencana banjir yang melanda Aceh Tamiang beberapa waktu lalu meninggalkan dampak besar bagi kehidupan masyarakat, terutama di Desa Sapta Marga, Kecamatan Manyak Payed. Aktivitas ekonomi lumpuh, banyak warga kehilangan mata pencaharian, dan kebutuhan sehari-hari menjadi sulit dipenuhi. Namun, semangat kebersamaan dan dukungan dari dunia akademik membuka jalan baru bagi pemulihan ekonomi warga.
Melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana Dosen Universitas Samudra (Unsam), Dr Kiagus Muhammad Zain Basriwijaya, SPt, MSi bersama timnya menggagas inisiatif usaha kuliner berbasis lokal yakni, ayam goreng bumbu Aceh. Usaha ini dipilih karena memiliki cita rasa khas yang digemari masyarakat, mudah dijalankan, serta bahan baku yang tersedia di sekitar desa.
Dampak dan Manfaat Program
- Pemulihan Ekonomi: Usaha ayam goreng bumbu Aceh diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi keluarga di Desa Sapta Marga.
- Pelatihan dan Pendampingan: Program ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis memasak dan pengolahan bumbu tradisional, tetapi juga pendampingan manajemen usaha, strategi pemasaran, hingga pencatatan keuangan sederhana.
- Pemberdayaan Masyarakat: Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk kelompok usaha kecil yang berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat untuk aktif berkreasi dan berusaha.
- Potensi Ikon Desa: Kuliner khas ini berpotensi menjadi ikon desa yang menarik minat pengunjung dari luar Sapta Marga.
Harapan dan Komitmen
Keberhasilan awal usaha ayam goreng bumbu Aceh di Desa Sapta Marga menjadi inspirasi bagi desa lain di Kecamatan Manyak Payed. Jika dikembangkan lebih lanjut, usaha ini dapat menjadi model pemulihan ekonomi berbasis kuliner lokal pasca bencana. Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan terus berlanjut, sehingga masyarakat tidak hanya bangkit sesaat, tetapi mampu membangun ketahanan ekonomi jangka panjang.
Kiagus Muhammad Zain Basriwijaya menegaskan, bahwa keberlanjutan program ini sangat bergantung pada komitmen bersama. "Kami berharap masyarakat terus menjaga semangat usaha, sementara perguruan tinggi akan tetap mendampingi. Sinergi ini adalah kunci pemulihan ekonomi yang berkelanjutan," paparnya.
Sekdes Sapta Marga, Sri Mulyani Dewi menyampaikan, apresiasi atas pendampingan yang diberikan pihak akademisi dari Universitas Samudra (Unsam) kepada warga di desa setempat. "Kami berterima kasih kepada Unsam yang telah hadir membantu masyarakat. Semoga usaha ini berkembang dan menjadi contoh bagi desa lain dalam membangun ekonomi pasca bencana banjir," katanya.
Salah seorang warga Sapta Marga, Ainun mengucapkan terima kasih dan masyarakat merasa terbantu. "Apalagi kami mendapat bantuan paket alat memasak untuk memulai usaha," ujarnya.
Pemulihan ekonomi pasca bencana banjir di Desa Sapta Marga melalui usaha ayam goreng bumbu Aceh menunjukkan bahwa solusi sederhana dapat membawa dampak besar. Dengan dukungan akademisi, semangat gotong royong, serta penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, masyarakat kini menatap masa depan lebih optimis. Ayam goreng bumbu Aceh bukan sekadar kuliner, melainkan simbol kebangkitan ekonomi dan harapan baru bagi warga Manyak Payed.
