News
Warga Bireuen Kesulitan Air Bersih dan MCK Pasca Banjir, Relawan Pasang Skyhydrant
24 Januari 2026 13:24
Banjir yang melanda Bireuen meninggalkan dampak panjang bagi warga, terutama dalam hal akses air bersih dan sanitasi. Warga terdampak banjir di Gampong Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, masih kesulitan mendapatkan air bersih dan fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK). Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, terutama bagi perempuan, anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
Untuk mengatasi masalah ini, Yayasan Perempuan Anak dan Negeri (YPANBA) bersama Jejaring Masyarakat Kemanusiaan (JMK) memasang sistem penyaring air portabel bertenaga gravitasi atau skyhydrant. Sistem ini diharapkan dapat membantu warga yang terdampak banjir di desa tersebut.
Upaya Relawan
- Pemasangan Skyhydrant: Relawan memasang satu sistem skyhydrant dengan tiga tap stand di Meunasah Gampong Kubu.
- Edukasi Penggunaan: Relawan mengedukasi warga dan Sekretaris Desa, Helmi, untuk menggunakan dan memantau kualitas air dari instalasi skyhydrant.
- Durasi Bantuan: Fasilitas skyhydrant bersifat sementara dan dapat mendukung warga selama tiga bulan ke depan.
Harapan ke Depan
- Pemerintah Setempat: Diharapkan pemerintah setempat segera memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga, terutama menjelang bulan Ramadhan.
- Fasilitas MCK: Relawan mengakui belum mampu menyiapkan fasilitas MCK di masing-masing rumah warga terdampak bencana dan berharap ada pihak yang dapat membantu.
Ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak sangat penting bagi warga terdampak bencana. Upaya relawan dalam memasang skyhydrant merupakan langkah awal yang baik, namun diperlukan dukungan lebih lanjut dari pemerintah dan pihak terkait untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Skyhydrant yang dipasang di titik pengungsian tersebut bersifat sementara dan dapat mendukung warga selama tiga bulan ke depan. Harapannya, pemerintah setempat bisa segera memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga, apalagi sebentar lagi menjelang bulan Ramadhan.
Para relawan juga telah menyerahkan peralatan perawatan pendukung skyhydrant untuk menjaga kualitas air. Namun, mereka mengakui para relawan belum mampu menyiapkan fasilitas MCK di masing-masing rumah warga terdampak bencana.
"Semoga ada para pihak yang akan membantunya," harap Desy, salah satu staf YPANBA.
