News
PDAM Aceh Besar Batas Air, Warga Diminta Hemat Air di Musim Kemarau
03 Februari 2026 19:12
Memasuki awal musim kemarau, Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Mountala di Aceh Besar menghadapi tantangan serius terkait pasokan air bersih. Sumber air baku utama di Mata Ie mengalami penurunan debit yang cukup signifikan, mempengaruhi distribusi air ke wilayah seperti Darul Imarah, Darul Kamal, dan Peukan Bada.
Debit air baku yang sebelumnya berada di kisaran 150 liter/detik, kini turun menjadi sekitar 120 liter/detik sejak awal Februari 2026. Penurunan ini membuat PDAM harus melakukan penyesuaian distribusi, terutama di kawasan padat penduduk.
Dampak Penurunan Debit Air
- Penurunan debit air baku: Dari 150 liter/detik menjadi 120 liter/detik.
- Penyesuaian distribusi: PDAM mengurangi suplai air ke wilayah padat penduduk.
- Penghematan air: Warga diminta menampung air saat aliran lancar dan memprioritaskan kebutuhan penting.
- Pengoperasian terbatas: Instalasi pengolahan air (WTP) beroperasi dengan kapasitas rendah.
Direktur Teknis PDAM Tirta Mountala, Ir Salman, ST, MSi, menegaskan bahwa penghematan air bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi juga langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Maret 2026. Situasi ini menegaskan pentingnya kesadaran lingkungan dan efisiensi penggunaan air di tengah perubahan iklim yang semakin nyata.
