News
Waspada Scam Coretax! Praktisi IT Aceh Bongkar Ciri Pesan Phishing yang Kuras Saldo
13 Februari 2026 16:57
Gelombang penipuan digital (scamming) dengan modus pembaruan sistem perpajakan Coretax kian meresahkan masyarakat di Aceh. Korban terus berjatuhan dengan kerugian materiil yang sangat signifikan akibat kecanggihan rekayasa sosial para pelaku. Peristiwa pilu terbaru menimpa Nur Nihayati (Aya), seorang karyawati di Aceh, yang harus merelakan saldo rekeningnya ludes hanya dalam hitungan menit pada Selasa (10/2/2026).
Aya terpedaya instruksi palsu di grup WhatsApp kantornya yang mengarahkan pada layanan "konsultasi" bodong. Tak hanya Aya, seorang warga Aceh lainnya juga melaporkan suaminya kehilangan uang sebesar Rp60 juta setelah ponselnya dikuasai peretas saat mencoba mengisi data Coretax.
Ciri-ciri Pesan Phishing
Para pelaku menggunakan metode yang sangat persuasif, mulai dari menyebarkan pesan resmi di grup WA hingga melakukan panggilan video (video call) sembari mengenakan seragam resmi pegawai pajak. Hal ini dilakukan demi meyakinkan korban agar melakukan "validasi data" melalui tautan tertentu yang ternyata menjadi pintu masuk peretasan saldo.
Menurut Teuku Farhan, Direktur Eksekutif Masyarakat Informasi Teknologi (MIT) Foundation, titik kritis utama terletak pada proses validasi data yang melibatkan tautan (link) mencurigakan. "Proses validasi data, apakah berupa tautan khusus? Apa isi tautannya, apakah ada diminta mengirim sesuatu misal OTP atau password? Kemungkinan besar dari sini awal mulanya," ujar Farhan.
Panduan Pencegahan
Farhan memberikan panduan tegas agar masyarakat tidak mudah jatuh ke dalam jebakan yang sama. Ia menyarankan agar warga tidak hanya mengandalkan informasi digital yang saat ini sangat rawan dimanipulasi. "Jangan mudah klik link apapun tanpa konfirmasi kepada pihak resmi. Jika perlu, datang langsung ke kantor (pajak) itu jauh lebih baik daripada hanya mengandalkan informasi digital. Atau, konsultasilah kepada ahli IT yang dipercaya," tambahnya.
Kesadaran Individu dan Admin Grup
Selain kewaspadaan individu, Farhan juga menitipkan pesan penting bagi para admin grup WhatsApp, terutama grup instansi atau komunitas yang sering menjadi sasaran empuk penyebaran pesan phishing. "Admin grup WhatsApp hendaknya melakukan tindakan tegas bagi anggota grup yang dicurigai mengirim link palsu. Segera keluarkan dari grup sampai ada konfirmasi bahwa akun tersebut sudah benar-benar kembali ke tangan pemilik aslinya," saran Farhan.
Ancaman Scamming di Masa Depan
Farhan memperingatkan bahwa ke depan, ancaman scamming akan semakin sulit dibedakan karena penggunaan Kecerdasan Buatan (AI). "Ke depan ancaman scamming makin canggih dan sulit dibedakan karena menggunakan AI. Wajah, suara, dan tubuh manusia bisa ditiru persis seperti asli," pungkas Farhan.
