Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Banjir Aceh Berulang: Deforestasi Ancam Masa Depan Warga dan Ekosistem

6 jam yang lalu

Banjir yang melanda berbagai wilayah di Aceh pada akhir November 2025 bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Bencana ini merupakan akumulasi dari kerusakan ekologis yang terus dibiarkan, terutama akibat deforestasi yang masif dan berkepanjangan. Hilangnya tutupan hutan telah merusak keseimbangan alam dan menghilangkan fungsi hutan sebagai pelindung alami dari bencana hidrometeorologis.

Atas dasar itu, Raja Mulkan, Juru Kampanye Hutan dan Satwa Liar Yayasan Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh (HAkA) menyerukan penghentian deforestasi sebagai langkah mendesak untuk memutus mata rantai bencana di Aceh. Melalui aksi Kampanye "Stop Deforestation", Yayasan HAkA menyuarakan peringatan bahwa kerusakan hutan hari ini akan menjadi penderitaan masyarakat di masa depan.

Dampak Deforestasi di Aceh

  • 47 persen daratan Aceh berada di wilayah dengan lereng curam hingga sangat curam, membuat daerah ini rentan terhadap bencana hidrometeorologis.
  • Hutan Aceh merupakan benteng terakhir hutan di Pulau Sumatra, dengan peran strategis sebagai penyangga kehidupan dan sumber keanekaragaman hayati.
  • Kehilangan hutan berarti kehilangan perlindungan, ruang hidup, dan masa depan bagi masyarakat Aceh.

Seruan untuk Kesadaran Kolektif

  • Perlindungan hutan tidak dapat diserahkan kepada satu pihak saja, tetapi memerlukan kesadaran kolektif dari pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
  • Pembangunan tidak boleh lagi mengorbankan hutan, dan kebijakan yang melemahkan perlindungan lingkungan harus dihentikan.
  • Momentum banjir yang terjadi saat ini seharusnya menjadi titik balik untuk menata ulang hubungan manusia dengan alam.

Yayasan HAkA mengajak semua pihak untuk melihat hutan bukan sebagai komoditas semata, tetapi sebagai penentu keselamatan dan keberlanjutan hidup bersama. Dengan menghentikan deforestasi, Aceh dapat memutus mata rantai bencana dan menjaga keberlanjutan ekosistem untuk generasi mendatang.

Pertanyaan Reflektif

Raja Mulkan mengajukan pertanyaan yang perlu direfleksikan oleh seluruh masyarakat Aceh: "Apakah bencana banjir yang kita alami sanggup mencegah manusia untuk tidak merusak hutan lagi?" Jawaban atas pertanyaan ini akan menentukan langkah konkret yang diambil untuk melindungi hutan dan masa depan Aceh.

Banjir Aceh Berulang: Deforestasi Ancam Masa Depan Warga dan Ekosistem