Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Zulfadhli, menekankan pentingnya rekomendasi DPRA dalam proses revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 (UUPA). Menurutnya, setiap perubahan regulasi yang berkaitan dengan Aceh wajib melalui mekanisme konsultasi dan pertimbangan DPRA sebagaimana diatur dalam undang-undang.
Zulfadhli merujuk pada Pasal 8 ayat (2) UUPA yang menegaskan bahwa setiap rencana pembentukan undang-undang terkait Pemerintahan Aceh harus melalui konsultasi dan pertimbangan DPRA. Ia menilai legitimasi revisi UUPA akan semakin kuat apabila memperoleh rekomendasi resmi dari DPRA.
Pentingnya Konsultasi DPRA
- Kewenangan DPRA: DPRA memiliki kewenangan dalam pembentukan qanun yang berkaitan dengan pembahasan di Baleg DPR RI.
- Legitimasi Revisi: Rekomendasi DPRA diperlukan untuk memperkuat legitimasi revisi UUPA.
- Aspirasi Daerah: Konsultasi antara DPRA dan Baleg DPR RI penting untuk memastikan aspirasi daerah terakomodasi.
Dukungan Baleg DPR RI
Wakil Ketua Baleg DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menyatakan pihaknya tetap berpedoman pada tata tertib dalam proses legislasi di tingkat pusat. Ia menegaskan Baleg terbuka terhadap masukan dari DPRA dan telah mempertimbangkan berbagai aspirasi Aceh dalam draf revisi yang sedang dibahas.
Target Penyelesaian Revisi
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, mendorong agar revisi UUPA dapat dirampungkan paling lambat Juli 2026. Ia juga berharap peningkatan dana otonomi khusus (otsus) menjadi 2,5 persen dapat disepakati dalam proses tersebut.
Kebutuhan Anggaran Pembangunan
Menurut Mualem, kebutuhan anggaran pembangunan Aceh pascabencana mencapai sekitar Rp 40 triliun, mencakup perbaikan infrastruktur dasar hingga penguatan sektor pertanian. Ia menegaskan peningkatan dana otsus menjadi hal penting agar Aceh tidak semakin tertinggal dibandingkan daerah lain.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Sabang Hadapi TPA Lhok Batee Hampir Penuh, Sisa Kapasitas Satu Tahun
Persoalan sampah di Kota Sabang dinilai mulai memasuki fase yang mengkhawatirkan.
Petani sawit Aceh Tamiang terkena harga TBS turun tajam hingga Rp2.120/kg
Dalam hitungan pekan, harga yang sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp3.300 per kilogram kini merosot tajam menjadi hanya Rp2.120 per
Petani Bireuen Tenang, Air Pump Dibangun untuk Sawah","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":70,"FinalScore":79,"Summary":"Kementerian PertanianRI
Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun 82 unit sarana air pump di Kabupaten Bireuen untuk mendukung
Warga Aceh Besar Menanti Daging Kurban dari 170 Hewan","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":60,"Evidence":90,"LongTermValue":60,"Education":60,"FinalScore":77,"Summary":"Madrasah di Aceh Besar
Madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar menyembelih sebanyak 170 hewan kurban pada


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.