News
Harga Emas di Banda Aceh Naik Rp 80.000 per Mayam, Sentuh Rp 8,25 Juta
12 jam yang lalu
Harga emas di Banda Aceh pada Senin (19/1/2026) kembali menunjukkan penguatan, mencapai Rp 8.250.000 per mayam. Kenaikan ini sebesar Rp 80.000 dibandingkan harga sebelumnya, mencerminkan tren global yang terus mendorong minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, emas tetap menjadi aset aman yang mampu menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang. Harga emas Antam juga mengalami lonjakan signifikan, dengan harga jual mencapai Rp 2.703.000 per gram, sementara harga beli kembali atau buyback naik menjadi Rp 2.545.000 per gram.
Rincian Harga Emas Antam
- Harga emas 1 gram: Rp 2.703.000 (setelah pajak: Rp 2.709.758)
- Harga emas 5 gram: Rp 13.290.000 (setelah pajak: Rp 13.323.225)
- Harga emas 10 gram: Rp 26.525.000 (setelah pajak: Rp 26.591.313)
- Harga emas 50 gram: Rp 132.295.000 (setelah pajak: Rp 132.625.738)
Faktor Penentu Harga
- Pergerakan harga emas dunia
- Nilai tukar mata uang
- Sentimen ekonomi global
Harga tersebut belum termasuk ongkos pembuatan untuk perhiasan, yang umumnya berkisar antara Rp 100.000 hingga Rp 200.000 per mayam tergantung desain dan kerumitan pengerjaan. Ke depan, pergerakan harga emas diperkirakan masih akan dinamis dan fluktuatif, mengikuti perkembangan ekonomi global dan lokal.
Dampak bagi Masyarakat
- Meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas
- Potensi kenaikan harga perhiasan emas
- Perlindungan nilai kekayaan dalam jangka panjang
Dengan kondisi ini, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan informasi ini untuk keputusan investasi yang lebih bijak dan sesuai dengan kebutuhan finansial mereka.
Perbandingan Harga
- Harga emas per mayam: Rp 8.250.000 (naik Rp 80.000)
- Harga emas per gram: Rp 2.500.000 (setara 3,3 gram per mayam)
Kenaikan harga emas ini menunjukkan bahwa tren penguatan masih berlanjut, memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertimbangkan emas sebagai bagian dari portofolio investasi mereka.
