News
119 KK di Blang Guron-Bireuen Terdampak Banjir, Rumah Tertimbun Lumpur
02 Januari 2026 18:49
Banjir yang melanda Bireuen pada akhir November 2024 menyebabkan 119 kepala keluarga (KK) atau sekitar 580 jiwa terdampak. Warga terpaksa mengungsi ke beberapa posko karena rumah-rumah mereka tertimbun lumpur tebal dan banyak yang rusak. Kondisi ini membuat sawah tidak bisa digarap dan sumber ekonomi warga hilang.
Keuchik Blang Guron, Munzir, menyatakan bahwa banjir bandang menghantam desa dari dua arah, yaitu utara dan timur, karena bersisian dengan Krueng Sawang, Aceh Utara. Rumah-rumah dekat aliran sungai atau berjarak 300 meter lebih dengan aliran sungai terdampak semua. Warga kesulitan membersihkan lumpur tebal yang menutupi rumah dan sawah mereka.
Dampak Banjir di Blang Guron
- 119 KK atau 580 jiwa terdampak banjir dan mengungsi ke beberapa posko.
- Rumah-rumah tertimbun lumpur tebal, banyak yang rusak, dan sawah tidak bisa digarap.
- Warga kesulitan membersihkan lumpur tebal yang menutupi rumah dan sawah.
- Camat Gandapura menyatakan bahwa beberapa desa mengalami kerusakan parah, termasuk Blang Gurun, Ceubo, Teupin Siron, Samuti Aman, dan Ie Rhop.
- Desa Samuti Aman mengalami kondisi memprihatinkan karena sebagian wilayah permukiman berubah menjadi aliran sungai.
Warga mulai pulang ke rumah untuk membersihkan sisa lumpur, namun rumah belum layak huni. Mereka masih tercatat sebagai pengungsi dan kesulitan memasak serta kehilangan sumber ekonomi. Kondisi ini membuat warga seperti kembali ke nol lagi, dengan rumah dan kebun penuh lumpur.
Upaya Pemulihan
- Warga secara mandiri membersihkan bagian dalam rumah dari endapan lumpur.
- Beberapa rumah baru dibersihkan sedikit dengan membuka jalur seperti saluran kecil di depan rumah.
- Pengungsi di posko memang tidak ada lagi, tetapi mereka masih kesulitan untuk kembali ke rumah yang belum layak huni.
Kondisi ini memerlukan perhatian lebih dari pemerintah dan masyarakat untuk membantu pemulihan dan rehabilitasi wilayah terdampak banjir di Bireuen.
Dampak Jangka Panjang
- Sawah dan kebun yang tertimbun lumpur akan mempengaruhi produksi pertanian dan ekonomi warga.
- Rumah yang rusak memerlukan perbaikan dan rehabilitasi untuk kembali layak huni.
- Kehilangan sumber ekonomi membuat warga kesulitan untuk memulihkan kehidupan mereka.
Banjir di Bireuen ini menjadi peringatan bagi pemerintah dan masyarakat untuk lebih siap menghadapi bencana alam di masa depan.
