News
12 Puskesmas Aceh Tamiang Rusak Berat Akibat Banjir, Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan
5 jam yang lalu
Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang menyebabkan kerusakan parah pada 12 puskesmas. Tidak hanya bangunan yang terendam, tetapi juga ambulans, puskesmas keliling, serta berbagai peralatan dan mebel penunjang pelayanan kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, Mustakim, menyatakan bahwa seluruh puskesmas tersebut telah diidentifikasi oleh Kementerian Kesehatan dalam kondisi rusak berat.
Meskipun mengalami kerusakan parah, pelayanan kesehatan di Aceh Tamiang tetap berjalan. Sebanyak 1.253 tenaga kesehatan yang terdata di wilayah tersebut tetap memberikan layanan, baik di puskesmas maupun di lokasi pengungsian. Semua puskesmas yang terdampak kini telah kembali beroperasi berkat dukungan berbagai pihak, termasuk Kementerian Kesehatan, TNI-Polri, organisasi nonpemerintah (NGO), serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Dampak Banjir pada Puskesmas
- 12 puskesmas di Aceh Tamiang mengalami kerusakan berat akibat banjir.
- Ambulans, puskesmas keliling, serta berbagai peralatan dan mebel penunjang pelayanan kesehatan terendam.
- Mebel berbahan kayu hancur dan tidak dapat digunakan kembali, sementara perabot berbahan besi mengalami kerusakan serius.
Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan
- 1.253 tenaga kesehatan tetap memberikan layanan di puskesmas dan lokasi pengungsian.
- Semua puskesmas yang terdampak telah kembali beroperasi berkat dukungan berbagai pihak.
- Jumlah titik pengungsian berkurang dari 720 titik menjadi 129 titik berkat kehadiran relawan kesehatan.
Dukungan dari Berbagai Pihak
- Kementerian Kesehatan, TNI-Polri, NGO, dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memberikan dukungan untuk pemulihan puskesmas.
- Menteri Kesehatan RI beserta jajaran Kemenkes memberikan dukungan sejak awal terjadinya bencana.
- Kehadiran relawan kesehatan secara bertahap berdampak signifikan terhadap penurunan jumlah titik pengungsian di Aceh Tamiang.
Kondisi Saat Ini
- Semua puskesmas yang terdampak telah kembali beroperasi.
- Pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan semangat dari tenaga kesehatan.
- Jumlah titik pengungsian terus berkurang berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak.
