News
128 Huntara untuk Pengungsi Banjir Beutong Ateuh Nagan Raya Target Rampung Sebelum Ramadhan
14 jam yang lalu
Pemerintah Kabupaten Nagan Raya mulai membangun 128 unit hunian sementara (Huntara) untuk pengungsi korban banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh. Pembangunan ini ditargetkan rampung sebelum bulan Ramadhan, dengan setiap unit huntara akan dihuni oleh lima kepala keluarga (KK).
Proses pembangunan huntara saat ini berjalan lancar, meskipun terdapat kendala dalam mobilisasi material ke lokasi. Akses jalan menuju Beutong Ateuh yang melintasi kawasan Gunung Singah Mata dinilai cukup terjal dan sulit dilalui kendaraan besar, sehingga pengangkutan material membutuhkan waktu lebih lama.
Detail Pembangunan Huntara
- 128 unit huntara akan dibangun secara bertahap, dimulai dari Desa Kuta Tengoh.
- Setelah Kuta Tengoh, pembangunan akan dilanjutkan ke Desa Babah Suak, Blang Puuk, dan Blang Meurandeh.
- Setiap unit huntara akan dihuni oleh lima kepala keluarga (KK).
Usulan Rumah Hunian Tetap
Pemerintah Kabupaten Nagan Raya juga telah mengusulkan pembangunan 674 unit rumah hunian tetap (huntap) bagi korban banjir bandang Beutong Ateuh kepada pemerintah pusat. Saat ini, para korban masih tinggal di tenda sambil menunggu pembangunan huntara selesai.
Kendala dan Tantangan
- Akses jalan yang terjal memperlambat pengangkutan material.
- Material yang tiba harus dilansir menggunakan kendaraan yang lebih kecil, sehingga membutuhkan waktu lebih lama.
Pembangunan huntara ini diharapkan dapat memberikan solusi sementara bagi para pengungsi banjir bandang di Beutong Ateuh, sementara menunggu pembangunan rumah hunian tetap yang lebih permanen.
Dampak Jangka Panjang
- Memberikan tempat tinggal yang layak bagi pengungsi banjir bandang.
- Meningkatkan kualitas hidup dan keamanan bagi warga yang terdampak.
- Membantu pemulihan ekonomi dan sosial di wilayah Beutong Ateuh.
Dengan adanya huntara ini, diharapkan para pengungsi dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dan stabil, sementara menunggu pembangunan rumah hunian tetap yang lebih permanen.
Nilai Edukasi
- Pentingnya persiapan dan penanggulangan bencana di wilayah rawan banjir.
- Peran pemerintah dalam memberikan solusi bagi warga yang terdampak bencana.
- Pentingnya akses jalan yang baik untuk mobilisasi material dan bantuan di wilayah terpencil.
