News
155 Ribu Warga Aceh Masih Mengungsi Pascabanjir Besar November 2025
14 Januari 2026 11:18
Banjir besar yang melanda Aceh pada akhir November 2025 masih meninggalkan dampak yang signifikan. Hingga kini, sebanyak 155.193 jiwa atau 49.800 kepala keluarga (KK) masih bertahan di lokasi pengungsian yang tersebar di 988 titik di berbagai kabupaten dan kota.
Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, menyatakan bahwa pengungsi terbanyak berada di Aceh Utara dengan 67.876 jiwa, disusul Aceh Tamiang, Gayo Lues, dan Pidie Jaya. Banjir tersebut menyebabkan kerusakan pada 148.819 unit rumah, dengan rincian 64.740 unit rusak ringan, 40.114 unit rusak sedang, dan 29.755 unit rusak berat atau hilang.
Dampak Banjir di Aceh
- 155.193 jiwa masih mengungsi di 988 titik pengungsian.
- 148.819 unit rumah terdampak, dengan 14.210 unit rusak berat dan 1.942 unit hilang.
- Pengungsi terbanyak berada di Aceh Utara dengan 67.876 jiwa.
- Pemerintah mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap).
Upaya Pemulihan
Pemerintah bersama unsur terkait terus berupaya memastikan proses pemulihan berjalan bertahap dan berkelanjutan. Tujuannya adalah agar masyarakat terdampak dapat segera kembali hidup normal dengan hunian yang lebih layak dan aman. Upaya ini mencakup pembangunan hunian sementara dan persiapan untuk hunian tetap.
Kerusakan Infrastruktur
Banjir tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga infrastruktur lainnya. Kerusakan ini mempengaruhi kehidupan sehari-hari warga, termasuk akses ke air bersih, listrik, dan transportasi. Pemulihan infrastruktur menjadi prioritas untuk mendukung pemulihan kehidupan masyarakat.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Banjir besar ini juga berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi warga Aceh. Banyak warga kehilangan mata pencaharian dan sumber penghasilan. Pemerintah dan organisasi kemanusiaan bekerja sama untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada warga terdampak.
Harapan ke Depan
Dengan upaya pemulihan yang terus dilakukan, diharapkan warga Aceh dapat segera kembali ke kehidupan normal. Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pemulihan dan membangun kembali kehidupan masyarakat Aceh.
