Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

157 Hektare Tambak Warga Jangka-Bireuen Tertimbun Lumpur, Warga Kehilangan Mata Pencaharian

7 jam yang lalu

Banjir bandang yang melanda Desa Alue Kuta, Jangka, Bireuen pada November 2025 menyebabkan kerusakan parah pada sektor perikanan. Seluas 157 hektare tambak milik warga tertimbun lumpur, membuat masyarakat kehilangan mata pencaharian utama. Selain itu, mulut kuala terbuka lebar dan banyak pematang tambak putus, memperparah kondisi tambak yang tidak lagi mendapat pasokan air laut.

Keuchik Alue Kuta, Habibullah, menyatakan bahwa masyarakat sudah dua bulan tidak bisa mencari nafkah. Tambak udang dan ikan yang merupakan sumber pendapatan utama warga tidak lagi berfungsi, membuat masyarakat pasrah dan bertahan di lokasi pengungsian. Harapan besar warga adalah perbaikan ekonomi dan infrastruktur yang rusak, termasuk normalisasi mulut kuala yang terbuka lebar.

Dampak Banjir Bandang

  • 157 hektare tambak tertimbun lumpur dan tidak lagi mendapat pasokan air laut.
  • 32 nelayan kehilangan boat/kapal motor di kawasan Kuala Ceurape.
  • 13 nelayan mengalami kerusakan pada boat mereka.
  • 19 nelayan lainnya mengalami kerusakan pada alat tangkap seperti jaring.
  • 4.943 hektare tambak rusak berdasarkan data Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan.
  • 4.717 pelaku usaha perikanan terdampak banjir bandang.

Kerusakan Infrastruktur

  • 19 jembatan pada ruas jalan untuk usaha tambak dan budidaya putus.
  • Saluran sepanjang 170,87 Km rusak.
  • Satu unit Balai Benih Ikan (BBI) rusak.
  • Dua unit hatchery atau tempat pembibitan benih ikan skala rumah tangga rusak.
  • Jalan produksi lingkungan budidaya ikan sepanjang 8.376 meter rusak.

Harapan Masyarakat

Masyarakat berharap agar sektor ekonomi dan infrastruktur yang rusak segera diperbaiki. Mereka juga berharap agar mulut kuala yang terbuka lebar segera dinormalisasi kembali. Beberapa menteri sudah datang dan melihat kondisi tambak, namun hingga saat ini belum ada informasi mengenai penanganan lebih lanjut.

Data Kerusakan Tambak

  • Rusak berat sekali: 311,99 hektare
  • Rusak berat: 695,37 hektare
  • Rusak sedang: 1.321,02 hektare
  • Rusak ringan: 2.614,95 hektare

Komoditas Terdampak

  • Udang
  • Nila
  • Lele
  • Bandeng
  • Kakap
  • Kerapu

Dampak pada Nelayan

  • 644 nelayan kehilangan sumber penghidupan.
  • 110 unit kapal, perahu, dan motor hilang dan rusak berat.
  • 113 unit kapal, perahu, dan motor rusak ringan.
  • 415 unit alat tangkap rusak dan hilang.

Dampak pada Unit Pengolahan Ikan

  • 7 unit Unit Pengolahan Ikan (UPI) terdampak banjir.
  • 228 unit Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGaR) terdampak.
  • 1000 meter lahan garam terdampak.
157 Hektare Tambak Warga Jangka-Bireuen Tertimbun Lumpur, Warga Kehilangan Mata Pencaharian