Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

165 KK Alue Limeng Mengungsi, 47 Rumah Hanyut Akibat Banjir Bandang

05 Januari 2026 14:13

Banjir bandang dan tanah longsor melanda Desa Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, menyebabkan 165 kepala keluarga (KK) atau 615 jiwa mengungsi. Sebanyak 47 unit rumah hilang dan ambruk menjadi aliran sungai, sementara belasan rumah lainnya terancam ambruk akibat abrasi.

Para pengungsi tersebar di meunasah, tenda darurat, serta di sekitar rumah keluarga dan lokasi aman lainnya. Keuchik Alue Limeng, Syukri AR, melaporkan bahwa aliran Sungai Krueng Peusangan kini melebar, dan beberapa lokasi bekas permukiman warga telah berubah menjadi aliran sungai.

Dampak Banjir dan Longsor

  • 165 KK atau 615 jiwa mengungsi di berbagai lokasi aman.
  • 47 unit rumah hilang dan ambruk menjadi aliran sungai.
  • Fasilitas umum seperti kantor keuchik, gedung serbaguna, jembatan gantung, dan jembatan rangka baja rusak parah.
  • Meunasah di Dusun Likot Apui dan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Alue Limeng mengalami kerusakan, dengan WC sekolah jatuh ke sungai.
  • Gedung pertanian hilang menjadi aliran sungai, sementara gedung Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) terancam ambruk.
  • 1.200 meter area pemakaman terdampak longsor, memaksa warga memindahkan 15 jasad ke lahan wakaf yang lebih aman.

Upaya Penanganan

  • Warga membuka jalur alternatif melalui kebun untuk distribusi bantuan dan aktivitas ekonomi.
  • Aparatur gampong berharap pemerintah segera melakukan pengerasan jalan agar dapat dilalui dengan aman.
  • Warga meminta PLN Bireuen memperbaiki jaringan listrik yang masih padam di Dusun Cot Dara Baro.
  • Pemkab Bireuen diminta memberi perhatian khusus terhadap pemenuhan kebutuhan konsumsi pengungsi, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.

Kondisi Terkini

  • Tiga unit jembatan di Dusun Likot Apui rusak.
  • Jalan utama dari Gampong Alue Limeng menuju Salah Sirong Jaya sepanjang sekitar dua kilometer putus total.
  • Warga berharap pemulihan infrastruktur dan kebutuhan pengungsi segera ditangani oleh pemerintah daerah.

Bencana ini menimbulkan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat Alue Limeng, terutama dalam hal aksesibilitas dan kebutuhan dasar. Upaya pemulihan dan bantuan dari pemerintah sangat dibutuhkan untuk mengatasi situasi ini.

165 KK Alue Limeng Mengungsi, 47 Rumah Hanyut Akibat Banjir Bandang
0123456789