News
10 Ribu Warga Aceh Tengah Terisolir Akibat Banjir dan Longsor
7 jam yang lalu
Banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tengah pada akhir November 2025 masih berdampak hingga kini. Sebanyak 24 gampong di lima kecamatan terisolasi, mempengaruhi lebih dari 10.914 jiwa warga. Akses darat ke wilayah-wilayah tersebut masih terputus, menghambat mobilitas dan aktivitas sehari-hari.
Pemerintah melalui Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh terus berupaya memulihkan akses darat dan infrastruktur yang rusak. Upaya ini dilakukan secara bertahap, terutama di desa-desa yang masih terisolir.
Dampak di Setiap Kecamatan
- Kecamatan Bintang: Desa Serule dengan 582 jiwa terdampak. Akses jalan terputus akibat longsor.
- Kecamatan Ketol: 9 desa terisolir dengan total 4.951 jiwa terdampak. Jembatan putus dan longsor menghalangi akses kendaraan.
- Kecamatan Silih Nara: 2 desa terisolir dengan 254 jiwa terdampak. Jembatan Mulie dan Jembatan Gantung Langit rusak.
- Kecamatan Rusip Antara: 5 desa terisolir dengan 2.765 jiwa terdampak. Longsor dan jembatan putus menghambat akses kendaraan roda empat.
- Kecamatan Linge: 7 desa terisolir dengan 2.362 jiwa terdampak. Jembatan Kala Ili putus dan longsor di sejumlah titik jalan.
Upaya Pemulihan
Pemerintah terus mempercepat penanganan darurat dan pemulihan infrastruktur. Jalur darat sementara dibuka untuk memudahkan mobilitas warga. Penanganan dilakukan secara bertahap, dengan prioritas pada desa-desa yang masih terisolir.
Kondisi ini memerlukan perhatian serius untuk pemulihan jangka panjang, mengingat dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari warga Aceh Tengah. Upaya kolektif dari pemerintah dan masyarakat diperlukan untuk mengatasi tantangan ini.
Dengan adanya bencana ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan siap menghadapi bencana serupa di masa depan. Pemulihan infrastruktur dan peningkatan kesadaran masyarakat menjadi kunci untuk mengurangi dampak bencana di masa mendatang.
Pemerintah juga mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi dalam upaya pemulihan, baik melalui bantuan material maupun dukungan moral. Solidaritas dan gotong royong menjadi penting dalam menghadapi situasi sulit ini.
