News
2.500 Warga Bener Meriah Mengungsi Akibat Aktivitas Burni Telong Meningkat
31 Desember 2025 21:34
Sebanyak 2.500 warga di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, terpaksa mengungsi akibat meningkatnya aktivitas Gunung Burni Telong yang mencapai level III siaga. Kejadian ini menyebabkan kepanikan di beberapa desa, termasuk Pantan Pediangen, Rembune, Bandar Lampahan, dan Damaran. Warga mengungsi ke lokasi-lokasi seperti Rongka, Simpang Balik, dan Lampahan sejak Rabu dini hari.
BNPB, diwakili oleh Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, langsung meninjau lokasi pengungsian dan menyalurkan bantuan kepada para korban. Menurut data dari BMKG dan PVMBG, telah terjadi 16 kali gempa mulai Selasa malam hingga Rabu pagi. Meskipun aktivitas gempa telah menurun, status gunung masih di level III siaga, yang berarti warga belum dapat kembali ke rumah mereka.
Dampak dan Kebutuhan Pengungsi
- 2.500 warga mengungsi ke beberapa titik pengungsian.
- Warga membutuhkan selimut, sembako, pampers, dan obat-obatan.
- Kondisi cuaca dingin di lokasi pengungsian menambah kesulitan.
- Warga masih khawatir akan potensi bahaya dari aktivitas gunung.
Harapan dan Langkah Selanjutnya
- BNPB berharap status gunung segera turun ke level II agar warga dapat kembali ke rumah.
- Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.
- Pemerintah daerah dan pusat terus memantau kondisi dan memberikan bantuan yang diperlukan.
Dengan adanya bantuan dan pemantauan yang intensif, diharapkan kondisi dapat segera membaik dan warga dapat kembali ke rumah mereka dengan aman. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Informasi Penting
- 16 kali gempa tercatat oleh BMKG dan PVMBG.
- Status gunung masih di level III siaga.
- BNPB dan pemerintah daerah terus memberikan bantuan dan pemantauan.
- Warga diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi.
Dengan adanya koordinasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan situasi dapat segera terkendali dan warga dapat kembali ke kehidupan normal mereka.
