News
283 Sekolah di Aceh Utara Terpaksa Belajar Lesehan Pasca Banjir
04 Januari 2026 16:36
Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara sejak 26 November 2025 menyebabkan kerusakan parah pada sarana pendidikan. Sebanyak 283 sekolah dari jenjang kesetaraan hingga SMP terpaksa melaksanakan pembelajaran secara lesehan karena meja dan kursi rusak atau hanyut.
Pembelajaran lesehan ini dilakukan sebagai solusi sementara sambil menunggu pemulihan sarana prasarana pendidikan. Pemkab Aceh Utara terus berupaya mempercepat pendataan dan koordinasi untuk pemulihan sektor pendidikan.
Dampak Banjir pada Sekolah
- 4 sekolah kesetaraan melaksanakan pembelajaran tanpa meja dan kursi.
- 92 sekolah TK/PAUD terdampak, menunjukkan dampak signifikan pada pendidikan anak usia dini.
- 134 sekolah SD melaksanakan pembelajaran lesehan, jumlah terbanyak dibandingkan jenjang lainnya.
- 53 sekolah SMP juga terdampak, dengan keterbatasan sarana mebiler.
Upaya Pemulihan
Pemkab Aceh Utara melalui instansi terkait terus melakukan pendataan dan koordinasi untuk mempercepat pemulihan sektor pendidikan. Pembelajaran tetap diupayakan berjalan agar hak pendidikan peserta didik tidak terhenti.
Kondisi Sekolah Pasca Banjir
Ruang kelas dapat dimanfaatkan setelah pihak sekolah mengadakan pembersihan. Kondisi ini mencerminkan dampak banjir yang cukup signifikan terhadap sarana pendidikan anak usia dini dan jenjang lainnya.
Harapan ke Depan
Dengan upaya pemulihan yang terus dilakukan, diharapkan sarana prasarana pendidikan dapat segera kembali normal, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar dan nyaman bagi peserta didik dan guru.
Data Penting
- 283 sekolah terdampak banjir.
- 4 sekolah kesetaraan tanpa meja dan kursi.
- 92 sekolah TK/PAUD terdampak.
- 134 sekolah SD terdampak.
- 53 sekolah SMP terdampak.
Pembelajaran lesehan dilakukan sebagai solusi sementara sambil menunggu pemulihan sarana prasarana pendidikan. Pemkab Aceh Utara terus berupaya mempercepat pendataan dan koordinasi untuk pemulihan sektor pendidikan.
Kesimpulan
Banjir yang melanda Aceh Utara menyebabkan kerusakan parah pada sarana pendidikan, mempengaruhi proses belajar mengajar di 283 sekolah. Upaya pemulihan terus dilakukan untuk mengembalikan kondisi sekolah seperti semula.
