News
283 Sekolah Aceh Utara Belajar Lesehan Pasca Banjir, Hak Pendidikan Tetap Berjalan
05 Januari 2026 09:05
Banjir yang melanda Aceh Utara pada 26 November 2025 menyebabkan kerusakan parah pada sarana prasarana pendidikan. Sebanyak 283 sekolah dari jenjang kesetaraan hingga SMP terpaksa melaksanakan pembelajaran secara lesehan di lantai karena banyaknya meja dan kursi yang rusak atau hanyut.
Pembelajaran lesehan dilakukan sebagai solusi sementara untuk memastikan hak pendidikan peserta didik tidak terhenti. Pemkab Aceh Utara terus berupaya mempercepat pemulihan sektor pendidikan dengan melakukan pendataan dan koordinasi.
Dampak Banjir pada Sekolah
- 4 sekolah kesetaraan melaksanakan pembelajaran tanpa meja dan kursi.
- 92 sekolah TK/PAUD terpaksa belajar lesehan.
- 134 sekolah SD mengalami kondisi serupa.
- 53 sekolah SMP juga terdampak.
Upaya Pemulihan
Pemkab Aceh Utara melalui instansi terkait terus melakukan pendataan dan koordinasi untuk mempercepat pemulihan sektor pendidikan. Proses pembelajaran tetap diupayakan berjalan agar hak pendidikan peserta didik tidak terhenti.
Kondisi Sekolah Pasca Banjir
Ruang kelas dapat dimanfaatkan setelah pihak sekolah mengadakan pembersihan. Namun, keterbatasan sarana mobiler masih menjadi kendala utama dalam proses pembelajaran.
Dampak Jangka Panjang
Kondisi ini mencerminkan dampak signifikan banjir terhadap pendidikan anak usia dini. Pemulihan sarana prasarana pendidikan menjadi prioritas untuk memastikan kelancaran proses belajar mengajar di masa mendatang.
Nilai Edukasi
Pembelajaran lesehan menjadi solusi sementara yang menunjukkan komitmen tinggi dalam menjaga hak pendidikan peserta didik. Kondisi ini juga menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pihak untuk lebih siap menghadapi bencana di masa mendatang.
Kesimpulan
Banjir di Aceh Utara telah menyebabkan kerusakan parah pada sarana prasarana pendidikan. Namun, upaya pembelajaran lesehan menunjukkan komitmen tinggi dalam menjaga hak pendidikan peserta didik. Pemulihan sarana prasarana pendidikan menjadi prioritas untuk memastikan kelancaran proses belajar mengajar di masa mendatang.
