News
310 Prajurit TNI Bersihkan Banjir Pidie Jaya, Warga Berterima Kasih
7 jam yang lalu
Banjir yang melanda Pidie Jaya meninggalkan dampak signifikan bagi warga. Sebanyak 310 prajurit TNI dari berbagai satuan dikerahkan untuk membantu pemulihan pascabanjir. Mereka membawa alat berat seperti wheel loader, excavator, dan dump truck untuk membersihkan lumpur dan material sisa banjir.
TNI fokus membersihkan fasilitas publik seperti Polindes Pante Berne, kantor kepala desa, dan Dayah Al-Aziziah di Desa Mesjid Tuha. Selain itu, mereka juga memperbaiki saluran drainase dan normalisasi aliran sungai di Kecamatan Meureudue dan Meurah Dua.
Dampak Langsung bagi Warga
- 310 prajurit TNI dari Kodim 0102/Pidie, Yonif TP 857/GG, Yonif TP 836/BY, Yon Armed 17/RC, dan Yonzipur 16/DA terlibat.
- Alat berat seperti wheel loader, excavator, dan dump truck digunakan untuk membersihkan lumpur.
- Fasilitas umum seperti Polindes Pante Berne, kantor kepala desa, dan Dayah Al-Aziziah menjadi prioritas.
- Saluran drainase di Desa Lueng Bimba dan normalisasi sungai di Kecamatan Meureudue dan Meurah Dua dilakukan.
Respons Masyarakat Kehadiran TNI mendapat apresiasi dari warga yang sebelumnya kesulitan membersihkan lingkungan. Salahuddin, perangkat Desa Mesjid Tuha, menyatakan terima kasih atas bantuan TNI. Dengan dibersihkannya komplek dayah, diharapkan kegiatan belajar dan mengaji anak-anak bisa segera berjalan normal kembali.
Komitmen TNI Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, menyatakan bahwa keterlibatan TNI merupakan bagian dari tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP). TNI berupaya semaksimal mungkin membantu percepatan pemulihan pascabanjir agar aktivitas sosial, pelayanan publik, dan roda perekonomian warga dapat segera kembali normal.
Dengan kolaborasi lintas satuan, TNI menunjukkan keseriusan dalam menjalankan misi kemanusiaan secara terpadu. Seluruh sumber daya yang dimiliki dimaksimalkan untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
Harapan ke Depan Diharapkan dengan bantuan TNI, pemulihan pascabanjir di Pidie Jaya dapat berjalan lebih efektif dan terkoordinasi. Warga berharap aktivitas pendidikan dan keagamaan dapat segera kembali normal, serta roda perekonomian dapat berjalan seperti semula.
