Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

32 Sekolah di Pidie Mulai KBM Pasca Banjir, Guru Gotong Royong Bersihkan Lumpur

05 Januari 2026 16:25

Banjir yang melanda Kabupaten Pidie meninggalkan dampak pada 32 sekolah, baik tingkat SD maupun SMP. Meski demikian, kegiatan belajar mengajar tetap dimulai hari ini, Senin (5/1/2026), dengan semangat dan ketahanan yang tinggi dari para guru dan siswa.

Di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih, guru-guru di SD Negeri Dayah Tanoh dan SMP Negeri 1 Mutiara menunjukkan kepedulian dengan bergotong royong membersihkan lumpur di halaman sekolah. Upaya ini tidak hanya memastikan lingkungan sekolah bersih, tetapi juga memberikan contoh nyata tentang tanggung jawab dan kerja sama kepada para siswa.

Semangat Gotong Royong

  • 32 sekolah di Kabupaten Pidie terdampak banjir, namun kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
  • Guru-guru di SD Negeri Dayah Tanoh membersihkan lumpur di halaman sekolah sebelum siswa kembali.
  • SMP Negeri 1 Mutiara mengadakan upacara bendera khidmat untuk memulai semester baru.

Dukungan dari Dinas Pendidikan

  • Kepala Dinas Pendidikan Pidie, Yusmadi MPd, menekankan peran guru dalam membentuk karakter siswa.
  • Siswa yang tidak memiliki seragam karena terdampak banjir tetap dipersilahkan untuk hadir di sekolah.
  • Sekolah diminta untuk menjemput siswa yang tidak masuk karena ketiadaan seragam.

Pesan Kuat untuk Siswa

  • Upaya membersihkan sekolah menjadi contoh nyata tentang tanggung jawab dan kepedulian.
  • Semangat gotong royong dan ketahanan masyarakat Pidie dalam menghadapi bencana.
  • Pentingnya pendidikan karakter dan kerja sama dalam menghadapi tantangan.

Dengan semangat dan ketahanan yang tinggi, masyarakat Pidie menunjukkan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas, meskipun dalam kondisi yang sulit. Upaya ini tidak hanya memastikan kelancaran proses belajar mengajar, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang kepedulian dan kerja sama kepada para siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Pidie, Yusmadi MPd, menegaskan bahwa peran guru bukan hanya mengajar, tetapi juga membentuk watak dan kepribadian siswa. Ia juga memastikan bahwa semua siswa dapat mengikuti pembelajaran meskipun tanpa seragam, dengan sekolah yang siap membantu dan menjemput siswa yang tidak masuk.

Dengan demikian, semangat gotong royong dan ketahanan masyarakat Pidie dalam menghadapi bencana menjadi contoh yang patut diacungi jempol. Pendidikan tetap menjadi prioritas, dan upaya bersama untuk memastikan kelancaran proses belajar mengajar menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab yang tinggi dari seluruh elemen masyarakat.

32 Sekolah di Pidie Mulai KBM Pasca Banjir, Guru Gotong Royong Bersihkan Lumpur
0123456789