News
380 Rumah di Juli Bireuen Terdampak Banjir, 150 Unit Hilang Terbawa Arus
07 Januari 2026 18:40
Banjir bandang yang melanda Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, pada akhir November lalu telah merusak 380 unit rumah. Dari jumlah tersebut, 150 unit rumah hilang terbawa arus, sementara 230 lainnya mengalami kerusakan berat maupun ringan. Camat Juli, Hendri Maulana, menyatakan bahwa sebagian korban banjir telah memiliki lokasi tanah baru untuk pembangunan Rumah Hunian Tetap (Huntap), namun ratusan lainnya masih berupaya mencari lokasi.
Peletakan batu pertama Huntap telah dilakukan di Balee Panah, Juli, Bireuen. Menurut data para keuchik, lokasi tanah baru bagi korban banjir tersebar di Krueng Simpo, Bivak, Simpang Mulia, Paya Cut, Teupin Mane, dan Balee Panah. Namun, sebagian besar korban di Balee Panah belum memiliki lahan. Hendri menegaskan, pembangunan Huntap diutamakan bagi warga yang sudah memiliki tanah, sedangkan relokasi masih belum jelas karena masyarakat enggan.
Dampak Banjir dan Upaya Pemulihan
- 380 unit rumah terdampak banjir bandang di Kecamatan Juli, Bireuen.
- 150 unit rumah hilang terbawa arus, sementara 230 lainnya mengalami kerusakan.
- Sebagian korban telah memiliki tanah untuk Huntap, namun ratusan lainnya masih mencari lokasi.
- Peletakan batu pertama Huntap telah dilakukan di Balee Panah.
- Pemerintah menargetkan pembangunan 3.692 unit Huntap pada tahap awal.
- BPBD telah mengantongi 900 surat tanah atau alas hak yang siap dibangun.
Kepala Pelaksana BPBD Bireuen, Doli Mardian, menambahkan bahwa solusi bagi warga yang terkendala lahan akan dibahas melalui musyawarah di tingkat gampong. Upaya pemulihan terus dilakukan untuk membantu korban banjir mendapatkan hunian yang layak dan aman.
Tantangan dan Harapan
Pembangunan Huntap diutamakan bagi warga yang sudah memiliki tanah, namun relokasi masih belum jelas karena masyarakat enggan. Pemerintah dan BPBD terus berupaya mencari solusi terbaik untuk membantu korban banjir mendapatkan hunian yang layak dan aman. Musyawarah di tingkat gampong diharapkan dapat menemukan solusi yang tepat bagi warga yang terkendala lahan.
