News
400 Hektare Kebun Jeruk Nipis di Aceh Utara Rusak Akibat Banjir, Warga Kehilangan Mata Pencaharian
4 jam yang lalu
Banjir besar yang melanda Aceh pada November 2025 lalu telah merusak 400 hektare kebun jeruk nipis di Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Dampaknya, warga kehilangan mata pencaharian utama karena pohon jeruk nipis mereka mati dan gagal panen.
Harga jeruk nipis di pasaran kini melonjak menjadi Rp 20 ribu per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum banjir yang hanya dijual Rp 5-8 ribu per kilogram. Sebelumnya, desa ini mampu memanen 20 ton jeruk nipis per hari yang dipasarkan ke Medan, Pulau Jawa, Banda Aceh, dan daerah lokal lainnya.
Dampak Banjir terhadap Warga
- 400 hektare kebun jeruk nipis rusak dan gagal panen.
- Warga kehilangan mata pencaharian utama.
- Harga jeruk nipis melonjak menjadi Rp 20 ribu per kilogram.
- Penanaman ulang terhambat karena keterbatasan modal.
Kondisi Warga Pasca Banjir
- Warga kini kesulitan bertahan hidup dan harus mencari penghasilan serabutan.
- Penanaman ulang membutuhkan biaya untuk membeli bibit dan perawatan.
- Dampak banjir masih dirasakan hingga April 2026.
