News
437 Madrasah Aceh Siap PBM, 63 Unit Masih Terendam Lumpur dan Material Banjir
04 Januari 2026 09:41
Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada awal tahun 2025 meninggalkan dampak signifikan terhadap sektor pendidikan, khususnya madrasah. Dari total 500 madrasah yang terdampak, 437 unit telah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PBM) mulai 5 Januari 2025. Hal ini menunjukkan semangat tinggi dari pendidik, tenaga kependidikan, dan dukungan masyarakat dalam memulihkan layanan pendidikan bagi anak-anak Aceh.
Namun, 63 madrasah lainnya masih belum siap melaksanakan PBM. Kendala utama yang dihadapi meliputi pembersihan ruang kelas dan halaman sekolah yang masih dipenuhi lumpur, ruang kelas yang tertimbun material banjir, serta akses jalan menuju madrasah yang belum dapat dilalui. Beberapa madrasah bahkan masih digunakan sebagai lokasi pengungsian, terutama di wilayah Bener Meriah yang berstatus siaga bencana.
Kondisi Madrasah Pasca Bencana
- 437 madrasah siap melaksanakan PBM, menunjukkan pemulihan yang signifikan.
- 63 madrasah belum siap, dengan rincian:
- 19 madrasah di Aceh Utara
- 17 madrasah di Aceh Tamiang
- 14 madrasah di Aceh Tengah
- 7 madrasah di Pidie Jaya
- 4 madrasah di Bireuen
- 2 madrasah di Bener Meriah
- 10 madrasah yang roboh atau hanyut karena banjir siap melaksanakan PBM meski harus direlokasi ke tempat sementara seperti masjid/meunasah atau lapangan desa.
Upaya Pemulihan
Kementerian Agama (Kemenag) Aceh terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan relawan untuk mempercepat proses pemulihan sarana dan prasarana madrasah. Upaya ini dilakukan agar seluruh peserta didik dapat segera kembali mengikuti pembelajaran secara aman dan nyaman.
- Pendampingan dan koordinasi terus dilakukan untuk memastikan madrasah yang belum siap dapat segera menyusul.
- Prinsip utama: PBM hanya akan dilaksanakan jika kondisi benar-benar aman dan nyaman bagi peserta didik dan guru.
- Komitmen Kemenag: Memastikan layanan pendidikan madrasah tetap berjalan meski di tengah keterbatasan akibat bencana.
Solidaritas dan Harapan
Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, mengapresiasi solidaritas berbagai pihak yang telah membantu proses pemulihan madrasah. Dengan berangsur pulihnya kondisi madrasah pascabencana, Kemenag Aceh berharap seluruh peserta didik dapat segera kembali mengikuti pembelajaran secara normal, sehingga hak anak atas pendidikan tetap terpenuhi meski dalam kondisi darurat.
