News
437 Madrasah di Aceh Siap Belajar Tatap Muka, 63 Unit Masih Terhambat Bencana
03 Januari 2026 20:41
Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh telah menyebabkan gangguan pada proses pembelajaran di berbagai madrasah. Namun, upaya pemulihan terus dilakukan untuk memastikan pendidikan tetap berjalan.
437 Madrasah Siap Belajar Tatap Muka
- 437 madrasah di Aceh siap melaksanakan pembelajaran tatap muka mulai 5 Januari 2025.
- 63 madrasah masih belum siap karena kendala seperti pembersihan ruang kelas dan akses jalan yang belum pulih.
- Aceh Utara dan Aceh Tamiang merupakan daerah dengan jumlah madrasah yang belum siap terbanyak.
- 10 madrasah yang roboh atau hanyut karena banjir siap melaksanakan PBM meski harus direlokasi ke tempat sementara.
Upaya Pemulihan Sarana dan Prasarana
- Kemenag Aceh terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan relawan untuk mempercepat proses pemulihan.
- Prinsip utama: PBM hanya akan dilaksanakan jika kondisi benar-benar aman dan nyaman bagi peserta didik dan guru.
- Solidaritas berbagai pihak sangat membantu proses pemulihan madrasah.
Dengan berangsur pulihnya kondisi madrasah pascabencana, Kemenag Aceh berharap seluruh peserta didik dapat segera kembali mengikuti pembelajaran secara normal, sehingga hak anak atas pendidikan tetap terpenuhi meski dalam kondisi darurat.
Dampak Jangka Panjang
- Pemulihan sarana dan prasarana madrasah akan memastikan kelangsungan pendidikan di Aceh.
- Pendidikan yang berkelanjutan penting untuk masa depan anak-anak Aceh.
- Kesiapsiagaan bencana menjadi fokus utama untuk menghindari gangguan pendidikan di masa depan.
Nilai Edukasi
- Pentingnya solidaritas dan kerja sama dalam menghadapi bencana.
- Keselamatan dan kenyamanan peserta didik dan guru menjadi prioritas utama.
- Pendidikan sebagai layanan dasar yang harus segera dipulihkan pascabencana.
Dengan upaya bersama, diharapkan seluruh madrasah di Aceh dapat segera kembali beroperasi secara normal dan memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak Aceh.
