News
600 Huntara di Aceh Tamiang Siap Diserahkan untuk Korban Banjir
01 Januari 2026 23:17
Sebanyak 600 unit hunian sementara (huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang akan diserahterimakan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026. Huntara ini dibangun sebagai bagian dari percepatan penanganan pascabanjir besar yang melanda tiga provinsi di Sumatra.
CEO Danantara menyatakan bahwa penyerahan huntara tidak hanya mencakup bangunan hunian, tetapi juga fasilitas penunjang seperti WiFi, musala, dapur umum sebanyak 14 unit, toilet 120 unit, dan taman bermain.
Detail Pembangunan Huntara
- Lokasi: Huntara dibangun di lahan PT Perkebunan Nusantara yang telah melalui proses pembukaan lahan.
- Ukuran: Setiap unit huntara memiliki luas kurang lebih 4,5 x 4,5 meter persegi atau sekitar 22 meter persegi.
- Tenaga Kerja: Pembangunan melibatkan 1.635 orang dari berbagai BUMN Karya seperti Hutama Karya, Waskita Karya, Wijaya Karya, PP, Brantas Abipraya, dan Adhi Karya.
- Fasilitas Penunjang: WiFi, musala, dapur umum, toilet, dan taman bermain.
Hunian Tetap dan Pendanaan
Selain huntara, Danantara juga menyiapkan hunian tetap yang lokasinya berada di sekitar kawasan tersebut. Pembangunan hunian tetap ini dilakukan di lahan seluas tiga hektar. Danantara menargetkan penyelesaian ribuan unit rumah untuk tiga provinsi terdampak bencana banjir besar dalam waktu dekat dengan dukungan pendanaan dari CSR BUMN.
Anggaran dan Layak Huni
Danantara menganggarkan sekitar Rp 1 triliun untuk pembangunan huntara dan hunian tetap, dengan Rp 655 miliar sudah dikeluarkan. Huntara yang dibangun dinyatakan layak dan beradab untuk ditempati oleh korban banjir.
Dampak Sosial
Pembangunan huntara ini diharapkan dapat membantu masyarakat Aceh Tamiang yang terdampak banjir untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak sementara menunggu pembangunan hunian tetap. Selain itu, pembangunan ini juga memberikan lapangan kerja bagi ribuan tenaga kerja dari berbagai BUMN Karya.
Dengan adanya huntara ini, diharapkan masyarakat Aceh Tamiang dapat segera pulih dari dampak banjir dan kembali menjalani kehidupan normal.
