News
67 SMA Aceh Utara Terpaksa Belajar di Lantai dan Tenda Pasca Banjir Bandang
03 Januari 2026 15:33
Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada 26 November 2025 menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur pendidikan. Dari 87 SMA/sederajat yang ada, sebanyak 67 sekolah terdampak, dengan 55 sekolah terpaksa melaksanakan proses belajar mengajar di lantai tanpa kursi dan perabot, sementara 12 sekolah lainnya harus menggunakan tenda darurat.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Utara, Muhammad Johan, MPd, menyatakan bahwa proses belajar mengajar tetap dilaksanakan mulai 5 Januari 2026, meski dalam kondisi yang jauh dari normal. Kerusakan yang ditimbulkan banjir bandang tidak hanya pada infrastruktur pendidikan, tetapi juga berdampak besar secara sosial, dengan ratusan rumah guru dan ribuan siswa hilang atau rusak berat.
Dampak Banjir Bandang pada Pendidikan
- 67 SMA/sederajat di Aceh Utara terdampak banjir bandang.
- 55 sekolah melaksanakan PBM di lantai tanpa kursi dan perabot.
- 12 sekolah menggunakan tenda darurat untuk proses belajar mengajar.
- Kerusakan infrastruktur pendidikan mencapai Rp 2 miliar per sekolah.
- Lebih dari 10 ribu siswa dan 109 guru kehilangan tempat tinggal.
Kondisi Sosial Pasca Banjir
- Ratusan rumah guru dan ribuan siswa hilang atau rusak berat.
- Sebagian besar siswa dan guru masih mengungsi di pos pengungsian atau menumpang di rumah keluarga.
- Total jumlah guru SMA/sederajat di Aceh Utara mencapai sekitar 3.000 orang.
Dampak banjir bandang ini tidak hanya dirasakan pada infrastruktur pendidikan, tetapi juga berdampak besar secara sosial. Proses belajar mengajar tetap dilaksanakan meski dalam kondisi terbatas, menunjukkan ketahanan dan semangat pendidikan di Aceh Utara.
Upaya Pemulihan
- Proses belajar mengajar tetap dilaksanakan mulai 5 Januari 2026.
- Pelaksanaan PBM disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah dan kebijakan kepala sekolah.
- Pembersihan lumpur dan pemulihan infrastruktur pendidikan masih berlangsung.
Dengan kondisi yang jauh dari normal, proses belajar mengajar di Aceh Utara tetap berjalan, menunjukkan komitmen tinggi terhadap pendidikan meski dalam situasi sulit.
