News
80 Persen Wisata Aceh Timur Rusak Akibat Banjir Bandang, Ekonomi Warga Terancam
8 jam yang lalu
Banjir bandang yang melanda Aceh Timur pada akhir November 2025 lalu telah menyebabkan kerusakan parah pada 80 persen objek wisata di wilayah tersebut. Dampak bencana ini tidak hanya merusak infrastruktur wisata, tetapi juga menghentikan aktivitas ekonomi warga yang bergantung pada kunjungan wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Kadisparpora) Aceh Timur, Syahril, mengungkapkan bahwa kerusakan ini merasa dari pegunungan hingga pesisir pantai. Wisata sungai dan alam, kerusakan paling fatal terjadi pada destinasi sungai Lokop, yang selama ini menjadi primadona, kini lenyap dan berubah menjadi hamparan pasir. Sementara wisata pantai di kawasan Matang Rayeuk, Idi Timur, hampir seluruh pondok wisata rata dengan tanah.
Dampak Banjir Bandang pada Wisata Aceh Timur
- 80 persen objek wisata di Aceh Timur mengalami kerusakan parah.
- Sungai Lokop, destinasi wisata utama, kini lenyap dan berubah menjadi hamparan pasir.
- Pantai Leuge mengalami abrasi hebat yang menghancurkan fasilitas wisata dan memutus akses jalan utama.
- Titi Gantung di Lokop, magnet utama wisatawan, hanyut tersapu arus deras tanpa sisa.
- Alur Sungai Lokop berpindah hingga ke kaki gunung, membuat lokasi yang dulu indah tidak lagi dapat difungsikan sebagai objek wisata.
Dampak Ekonomi
Lumpuhnya 80 persen destinasi wisata berdampak langsung pada terhentinya denyut ekonomi warga yang bergantung pada kunjungan wisatawan. Saat ini, Disparpora tengah berpacu melakukan pendataan menyeluruh untuk mengajukan rehabilitasi dan rekonstruksi kepada pemerintah daerah maupun pusat. Namun, proses pemulihan sektor pariwisata diperkirakan membutuhkan waktu yang cukup lama dan dukungan anggaran yang besar.
Upaya Pemulihan
Pemerintah daerah sedang melakukan pendataan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi objek wisata yang rusak. Upaya pemulihan ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan dukungan anggaran yang besar. Syahril mengakui bahwa proses ini tidak akan berjalan singkat, tetapi pemerintah daerah berkomitmen untuk memulihkan sektor pariwisata Aceh Timur.
