News
Warga Aceh Tertipu Investasi Gas LPG, 16 Korban Rugikan Rp 30 Juta Hingga Rp 120 Juta
2 hari yang lalu
Warga Aceh menjadi korban penipuan investasi gas LPG oleh PT Energi Sentosa Aceh (ESA). Saiful, yang mengaku sebagai manajer operasional PT ESA, menawarkan kesempatan menjadi agen penyalur LPG 3 kilogram dengan iming-iming keuntungan menarik. Namun, janji tersebut tidak terealisasi, meninggalkan 16 korban dari berbagai gampong, termasuk Badan Usaha Milik Gampong (BUMG), dengan kerugian mulai dari Rp 30 juta hingga Rp 120 juta per orang.
Saiful kini ditahan di Polda Aceh setelah menyerahkan diri. Modus operandi yang rapi, termasuk surat kuasa dari Direktur Utama PT ESA, membuat korban percaya. Namun, gas yang dikirim hanya separuh dari jatah yang dijanjikan, dan kontrak atau kwitansi tidak diberikan.
Dampak Penipuan
- 16 korban dari berbagai gampong di Aceh, termasuk Pulau Aceh.
- Kerugian finansial mulai dari Rp 30 juta hingga Rp 120 juta per orang.
- Tiga BUMG dari Gampong Nusa, Bukloh, dan Ujong XII menjadi korban.
- Gas yang dikirim hanya 50 tabung dari 100 tabung yang dijanjikan.
Modus Operandi
- Saiful memperkenalkan diri sebagai manajer operasional PT ESA.
- Menawarkan kesempatan menjadi agen penyalur LPG 3 kilogram.
- Iming-iming keuntungan menarik membuat warga tergiur.
- Surat kuasa dari Direktur Utama PT ESA digunakan untuk meyakinkan korban.
Penanganan Kasus
- Saiful kini ditahan di Polda Aceh.
- Penyidik sedang memproses kasus ini.
- Korban menunggu kejelasan dan keadilan atas kerugian yang mereka alami.
Kasus ini menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam investasi dan perlunya verifikasi yang lebih ketat terhadap penawaran yang terdengar terlalu baik untuk menjadi kenyataan. Warga Aceh diharapkan lebih waspada terhadap janji-janji manis yang bisa menimbulkan luka nyata bagi mereka yang percaya.
Pelajaran Berharga
- Selalu verifikasi penawaran investasi dengan pihak berwenang.
- Hindari investasi yang menjanjikan keuntungan tidak wajar.
- Laporkan segala bentuk penipuan kepada pihak berwenang untuk mencegah korban lebih banyak.
