News
Aceh Besar Waspada Hujan Lebat, BMKG Imbau Nelayan dan Pengendara
04 Januari 2026 21:38
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) memprediksi potensi hujan sedang hingga lebat di Aceh Besar dan beberapa wilayah Aceh lainnya pada Senin (5/1/2026) hingga Selasa (6/1/2026). Prakirawan BMKG, Betsi, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh sirkulasi siklonik di perairan barat Aceh dan suhu muka laut yang hangat di pesisir barat Aceh.
Meskipun bibit siklon tropis 91S terpantau di Samudera Hindia barat daya Lampung, BMKG menyatakan bahwa bibit siklon tersebut tidak berdampak pada Aceh dan bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Namun, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi dan kondisi jalan yang licin.
Dampak dan Imbauan
- Hujan lebat berpotensi terjadi di Aceh Besar, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Pidie, Pidie Jaya, dan Nagan Raya.
- Gelombang tinggi dengan ketinggian 1,25 - 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan Sabang - Banda Aceh, Aceh Besar - Meulaboh, Aceh Utara - Aceh Timur, Abdya - Simeulue, Aceh Singkil - Pulo Banyak, perairan utara Pidie Jaya - Aceh Besar, dan perairan selatan Simeulue.
- Nelayan diimbau untuk berhati-hati karena risiko gelombang tinggi yang dapat membahayakan kapal tongkang.
- Pengendara diimbau untuk berhati-hati saat berkendara dalam keadaan hujan karena jarak pandang yang berkurang dan kondisi jalan yang licin.
- Masyarakat diimbau untuk menghindari pohon atau tiang yang rawan tumbang jika terjadi angin kencang.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada dan memonitor perkembangan informasi cuaca melalui Aplikasi InfoBMKG dan cuaca.bmkg.go.id.
Kondisi Cuaca dan Siklon
- Sirkulasi siklonik di perairan barat Aceh memicu konvergensi di wilayah provinsi ini.
- Suhu muka laut yang hangat di pesisir barat Aceh meningkatkan penambahan massa uap air.
- Bibit siklon tropis 91S terpantau dengan kecepatan angin maksimum 35 knot (65 km/jam) dan bergerak menjauhi wilayah Indonesia.
Dengan kondisi ini, masyarakat Aceh diharapkan dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk menghindari dampak buruk dari cuaca ekstrem.
