News
73 Ribu Perlengkapan Sekolah Dibutuhkan Siswa Aceh Utara Pasca Banjir
07 Januari 2026 17:55
Banjir dan longsor yang melanda Aceh Utara meninggalkan dampak signifikan bagi dunia pendidikan. Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, menyatakan bahwa 73 ribu perlengkapan sekolah dibutuhkan untuk mendukung siswa yang terdampak. Perlengkapan tersebut meliputi seragam, sepatu, tas, buku, dan alat tulis.
Saat ini, 345 sekolah di Aceh Utara telah kembali beroperasi dengan kurikulum reguler. Namun, 242 sekolah masih menerapkan sistem belajar lesehan, 3 sekolah belajar di tenda darurat, 20 sekolah belajar bergantian, dan 5 sekolah melakukan kunjungan ke pengungsian. Untuk sekolah yang belum bisa beroperasi normal, kurikulum darurat diterapkan, di mana siswa dan guru diperbolehkan datang tanpa seragam.
Dampak Banjir Terhadap Pendidikan
- 345 sekolah beroperasi normal dengan kurikulum reguler.
- 242 sekolah menerapkan sistem belajar lesehan.
- 3 sekolah belajar di tenda darurat.
- 20 sekolah belajar bergantian.
- 5 sekolah melakukan kunjungan ke pengungsian.
Upaya Pemulihan
Pemerintah Aceh Utara terus berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikbud) untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, relawan, TNI/Polri, dan Aparatur Sipil Negara (ASN), terus mengalir untuk membantu pemulihan pasca bencana.
Bupati Aceh Utara mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak. "Kerja keras semua pihak tentu akan sangat membantu meringankan beban warga Aceh Utara," ujarnya. Pemulihan dunia pendidikan di Aceh Utara menjadi prioritas untuk memastikan siswa dapat kembali belajar dengan nyaman dan aman.
Kurikulum Darurat
Sekolah yang belum bisa beroperasi normal menerapkan kurikulum darurat. Dalam kurikulum ini, siswa dan guru diperbolehkan datang tanpa seragam, menggunakan pakaian sehari-hari. Hal ini bertujuan untuk memudahkan siswa yang kehilangan seragam atau perlengkapan sekolah lainnya akibat banjir.
Pemerintah Aceh Utara berharap bahwa dengan dukungan dari semua pihak, pemulihan dunia pendidikan dapat berjalan dengan cepat dan efektif. Siswa diharapkan dapat kembali belajar dengan normal dan mendapatkan perlengkapan sekolah yang dibutuhkan.
