Kembalilingkungan

WALHI Aceh Pilih Kembali Ahmad Shalihin, Siap Hadapi Krisis Ekologis

Penulis

ajnn.net

Tanggal

30 Apr 2026

WALHI Aceh Pilih Kembali Ahmad Shalihin, Siap Hadapi Krisis Ekologis

Ahmad Shalihin kembali terpilih sebagai Direktur Eksekutif WALHI Aceh untuk periode 2026–2030 dalam Forum Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup VIII yang odbyt di Sabang, 29 April 2026. Pilihan dilakukan secara aklamasi, mencerminkan kepercayaan pada rekam advokasi lingkungan selama 2021–2025.

Dalam pidatonya, Om Sol menegaskan bahwa krisis ekologis di Aceh sudah menjadi kenyataan hari ini, bukan ancaman masa depan, dan menuntut kerja kolektif untuk menghadangi dominasi industri ekstraktif yang merusak hutan, Sungai, dan tanah adat, sambil mempromosikan ekonomi kerakyatan sebagai alternatif.

Tantangan Ekologis dan Korporasi Ekstraktif

  • WALHI Aceh menjalin advokasi selama 2021–2025 terkait pelestarian hutan, konflik tenurial, dan advocasi kebijakan berkelanjutan.
  • Bencana ekologis akhir 2025 menunjukkan bahwa daya dukung alam Aceh telah lemah, memperingatkan kondisi kritis lingkungan hidup.
  • Investasi ekstraktif semakin merusak: hutan beralih menjadi konsesi, sungai keruh oleh limbah, dan tanah adat berpindah atas nama investasi.
  • Om Sol meminta cabut izin yang cacat, audit total dampak lingkungan, dan henti perluasan konsesi di wilayah kelola rakyat.
  • WALHI Aceh akan mempromosikan model ekonomi kerakyatan sebagai narasi tanding terhadap sistem kapitalis yang menimbulkan ketimpangan dan krisis ekologis.
  • Dalam pertemuan tersebut juga dipilih lima anggota Dewan Daerah WALHI Aceh: Fitriani, Muhammad Dahlan, Muhammad Hamzah, Suhaimi Hamid, dan Sadra Munawar.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.