News
Banjir Aceh Berulang, Deforestasi Didesak Berhenti untuk Selamatkan Masa Depan
6 jam yang lalu
Banjir yang melanda berbagai wilayah Aceh pada akhir tahun 2025 bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Menurut Juru Kampanye Hutan dan Satwa Liar Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), Raja Mulkan, banjir tersebut merupakan akumulasi dari kerusakan ekologis yang terus dibiarkan, terutama akibat deforestasi hutan yang berkepanjangan.
Raja Mulkan menyerukan penghentian deforestasi sebagai langkah mendesak untuk memutus rantai bencana di Aceh. Hilangnya tutupan hutan telah merusak keseimbangan alam dan menghilangkan fungsi hutan sebagai pelindung alami dari bencana hidrometeorologis.
Dampak Deforestasi
- 47 persen daratan Aceh berada di wilayah dengan lereng curam hingga sangat curam.
- Hutan Aceh adalah benteng terakhir hutan di Pulau Sumatra, berperan sebagai penyangga kehidupan dan sumber keanekaragaman hayati.
- Kehilangan hutan berarti kehilangan perlindungan, ruang hidup, dan masa depan.
Seruan untuk Kesadaran Kolektif
- Perlindungan hutan tidak dapat diserahkan kepada satu pihak semata.
- Tanpa kesadaran kolektif dan keberanian untuk menghentikan praktik perusakan hutan, Aceh akan terus menghadapi krisis ekologis.
- Pembangunan tidak boleh lagi mengorbankan hutan, dan kebijakan yang melemahkan perlindungan lingkungan harus dihentikan.
Raja Mulkan berharap momentum banjir yang terjadi saat ini menjadi titik balik untuk menata ulang hubungan manusia dengan alam. Yayasan HAkA mengajak semua pihak untuk melihat hutan bukan sebagai komoditas semata, tetapi sebagai penentu keselamatan dan keberlanjutan hidup bersama.
"Stop deforestasi sekarang. Selamatkan hutan Aceh. Selamatkan masa depan," pungkas Raja Mulkan.
Dengan kesadaran dan aksi kolektif, diharapkan Aceh dapat terhindar dari bencana hidrometeorologis yang berulang dan menjaga keberlanjutan hidup bagi generasi mendatang.
Stop deforestasi sekarang. Selamatkan hutan Aceh. Selamatkan masa depan.
Dengan kesadaran dan aksi kolektif, diharapkan Aceh dapat terhindar dari bencana hidrometeorologis yang berulang dan menjaga keberlanjutan hidup bagi generasi mendatang.
