News
Alat Praktik SMKN 2 Langsa Rusak Terendam Banjir, Kerugian Puluhan Miliar
08 Januari 2026 20:09
Banjir besar yang melanda Kota Langsa pada akhir November 2025 menyebabkan kerusakan parah pada alat-alat praktik di SMKN 2 Langsa. Kerugian yang ditimbulkan diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah, menimpa berbagai jenis alat praktik siswa.
Menurut Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Langsa, Salamuddin SPdI MPdI, banjir dengan ketinggian air mencapai 1 meter telah merusak alat-alat praktik teknik permesinan, otomotif, listrik/elektronika, teknik pengelasan, dan teknik audio/video. Selain itu, pagar sekolah juga roboh akibat hantaman air banjir.
Dampak Banjir pada SMKN 2 Langsa
- Alat praktik rusak: Ratusan unit alat praktik siswa terendam dan rusak, termasuk alat-alat teknik permesinan, otomotif, listrik/elektronika, teknik pengelasan, dan teknik audio/video.
- Kerusakan fasilitas: Pagar sekolah roboh sekitar 140 meter, menambah kerusakan yang dialami oleh sekolah.
- Proses pendataan: Pihak sekolah sedang melakukan pengecekan dan pendataan untuk menentukan alat-alat yang masih bisa diperbaiki.
- Laporan kerusakan: Kerusakan fasilitas sekolah telah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Aceh untuk tindak lanjut.
Kerusakan ini berdampak signifikan pada proses pembelajaran siswa, mengingat alat-alat praktik merupakan bagian penting dari kurikulum sekolah kejuruan. Upaya pemulihan dan perbaikan sedang dilakukan untuk memastikan kelancaran kegiatan belajar mengajar di SMKN 2 Langsa.
Kerusakan di Sekolah Lainnya
Banjir tidak hanya merusak SMKN 2 Langsa, tetapi juga beberapa sekolah lainnya di Kota Langsa:
- SMKN 1 Langsa: Pagar yang roboh sekitar 110 meter
- SMKN 6 Langsa: Pagar yang roboh sekitar 140 meter
- SMA Negeri 2 Langsa: Pagar yang roboh sekitar 50 meter
Dengan kerusakan yang luas ini, pihak Dinas Pendidikan Aceh diharapkan dapat segera mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki fasilitas sekolah dan memastikan bahwa proses pembelajaran tidak terganggu lebih lanjut.
Langkah Selanjutnya
Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Aceh sedang berkoordinasi untuk menentukan langkah-langkah pemulihan. Pendataan yang sedang dilakukan diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas tentang kerusakan yang terjadi dan biaya yang diperlukan untuk perbaikan.
Dengan adanya kerusakan ini, diharapkan pemerintah daerah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian lebih pada infrastruktur sekolah, terutama dalam menghadapi bencana alam yang mungkin terjadi di masa depan.
