News
Empat Proyek Jalan Gayo Lues Tertunda Akibat Longsor, Aspal Tertahan
30 Desember 2025 21:46
Empat proyek pengaspalan jalan di Kabupaten Gayo Lues mengalami keterlambatan karena kendala teknis. Akses menuju lokasi Asphalt Mixing Plant (AMP) di Desa Gunyak tertutup material longsor pasca banjir besar yang melanda wilayah tersebut. Hal ini menyebabkan suplai aspal curah belum bisa diangkut ke AMP Pelita Nusa, yang menjadi penyuplai utama material aspal untuk proyek-proyek tersebut.
Meskipun demikian, seluruh peralatan pendukung pengerjaan seperti paver finisher, tandem roller, PTR, hingga water tank telah siap operasi. Dinas PUPR Gayo Lues telah menginstruksikan rekanan untuk segera menyelesaikan pekerjaan begitu kondisi lapangan memungkinkan. Berikut adalah detail proyek yang tertunda:
- Peningkatan Jalan Sp. MAN – Saluhuddin oleh PT SBP
- Peningkatan Jalan Blower – Salahuddin oleh PT SBP
- Peningkatan Jalan Penampaan – Blangtemung oleh PT NUK
- Peningkatan Jalan Telkom – Melati oleh CV Milan
Pihak AMP dan rekanan menyatakan komitmen untuk menyelesaikan proyek sesuai jadwal kontraktual. Kendala longsor dianggap sebagai faktor eksternal yang tidak dapat dihindari. Masyarakat diharapkan memahami situasi di lapangan, mengingat hambatan yang terjadi bukan berasal dari kelalaian rekanan, melainkan dampak lanjutan dari bencana alam yang masih dirasakan di sejumlah titik di Kabupaten Gayo Lues.
Dinas PUPR Gayo Lues terus melakukan monitoring dan koordinasi lintas instansi untuk mempercepat penanganan akses jalan yang masih tertutup material longsor. Dengan demikian, diharapkan proyek pengaspalan jalan dapat segera dilanjutkan dan rampung sesuai target yang telah ditetapkan.
Dampak Proyek Tertunda
- Keterlambatan pembangunan infrastruktur yang dapat mempengaruhi mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
- Potensi peningkatan biaya akibat keterlambatan penyelesaian proyek.
- Ketidaknyamanan masyarakat dalam menggunakan jalan yang belum diaspal.
Masyarakat Gayo Lues diharapkan untuk bersabar dan memahami situasi yang sedang dihadapi. Dinas PUPR dan rekanan berkomitmen untuk menyelesaikan proyek secepat mungkin begitu kondisi lapangan memungkinkan.
