News
Alumni MUDI Samalanga Dominasi Penulisan Buku Aceh 2026: Menyemai Damai, Menuai Sejahtera
04 Januari 2026 15:50
Di tengah Aceh yang masih diliputi duka akibat bencana banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah, tradisi literasi kalangan Nahdliyin justru menunjukkan ketangguhannya. Hal itu tercermin dari peluncuran buku Aceh 2026: Menyemai Damai, Menuai Sejahtera yang digelar di Banda Aceh pada awal Januari 2026.
Buku tersebut ditulis oleh para akademisi, guru besar, dosen, dan penulis Aceh dari beragam latar belakang, mulai dari kampus, dayah, hingga komunitas Nahdlatul Ulama. Menariknya, alumni Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga yang kini berkiprah di dunia akademik, khususnya di Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia (UNISAI) Samalanga, tampak mendominasi kontribusi penulisan.
Kontribusi Alumni MUDI Samalanga
- Tgk Iswad MEd.Sos, dosen UNISAI sekaligus penyuluh agama Kemenag Bireuen dan pimpinan Dayah Madah Bireuen.
- Tgk Muhammad Iqbal Sabirin dan Tgk Mahmudi MH, dosen UNISAI dan guru Dayah Jamiah Al-Aziziyah Batee Iliek.
- Tgk Helmi Abu Bakar MPd, dosen UNISAI dan guru Dayah Mambaul Ulum Pidie Jaya.
- Dr Tgk Amrizal J Prang SH LL.M, alumni MUDI Samalanga, dosen Universitas Malikussaleh, yang pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di pemerintahan Aceh.
Perspektif dalam Buku
Para penulis menghadirkan beragam perspektif dalam membaca Aceh secara utuh, mulai dari aspek sosial, keagamaan, pendidikan, kebijakan publik, hingga kemanusiaan, dengan satu benang merah, yakni damai sebagai fondasi dan sejahtera sebagai tujuan. Salah satu tulisan yang mendapat perhatian adalah karya Tgk Masrur MA berjudul Internalisasi Nilai-Nilai Politik Bermoral dalam Pendidikan Islam untuk Mencegah Money Politics di Aceh Pasca Konflik.
Tanggapan Rektor UNISAI
Rektor UNISAI Samalanga, Dr Tgk Muhammad Abrar Azizi MSos, menyambut baik terbitnya buku tersebut. Menurutnya, karya kolektif ini mencerminkan peran strategis kampus dan alumni dayah dalam merawat nalar damai dan memperkuat literasi masyarakat Aceh.
Relevansi Tradisi Keilmuan Pesantren
Tgk Mursalin menilai dominasi alumni dayah dalam buku tersebut menjadi bukti bahwa tradisi keilmuan pesantren tetap relevan dan adaptif dalam menjawab tantangan zaman. "Ini menunjukkan alumni dayah, khususnya MUDI Samalanga, tidak hanya fokus pada penguasaan kitab turats, tetapi juga aktif merespons realitas sosial melalui tulisan dan kajian akademik," ujarnya.
